Samapta

Samapta atau lengkapnya Diklat Teknis Umum Kesamaptaan adalah suatu diklat yang wajib diikuti oleh seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dengan mengikuti Samapta, seorang pegawai Bea Cukai akan memiliki kecakapan-kecakapan tertentu yang akan berguna dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sehari-hari di Bea Cukai. Kecakapan-kecakapan tersebut antara lain jiwa korsa, kedisiplinan, keuletan, semangat, patuh pada perintah atasan, dan lain sebagainya. Tentu apabila kecakapan tersebut mampu diterapkan dalam tugas keseharian, para pegawai akan semakin cepat melesat karirnya. Amin.

Saya dan empat orang teman seangkatan dipanggil untuk melaksanakan Samapta di Makassar. Bukan di Balikpapan tempat kami bekerja, atau Pusdiklat Bea Cukai Jakarta tempat Prodip III angkatan-angkatan di atas kami melaksanakan Samapta. Dan itu tidak jadi masalah karena kami jadi bisa jalan-jalan gratis di Makassar dengan tiket pesawat dibayarin. Huehehe.

Selama lima minggu mengikuti Samapta kami tidur di barak yang telah disediakan Batalyon Komando 466 Paskhas Lanud Hasanuddin, dengan fasilitas super mewah a la tentara. Banyak kegiatan dan pengalaman baru yang kami dapatkan disana. Seperti raffling, flying fox, main LCR atau Landing Craft Rubber atau perahu karet, menembak (beserta bongkar pasang dan membersihkan senjata), bela diri militer, haling rintang, curving, dan lain-lain. Dan semuanya seru, semuanya tak terlupakan.

Di dalam melaksanakan diklat Samapta ini kami melaksanakan juga kegiatan tes samapta a la tentara yang merupakan suatu tes yang dilakukan untuk mengukur kemampuan fisik kita. Dalam tes samapta yang dites antara lain lari 2400 m, pull up atau restock, push up, dan sit up. Tes samapta dilaksanakan dua kali, yang pertama pada minggu pertama, yang kedua pada minggu kelima. Tujuannya adalah untuk mengukur apakah ada peningkatan kemampuan fisik kami selama 5 minggu mengikuti diklat Samapta. Dan ternyata memang ada peningkatan yang cukup signifikan.

Justru kalau tidak ada peningkatan yang signifikan, maka bisa dipastikan orangnya adalah orang penyakitan. Bagaimana tidak, setiap hari larinya 3 kali: pagi-siang-malam, ditambah push up, sit up, dan senam ngeselin (macam senam senjata, senam para, senam taktis, dan lain-lain). Belum lagi ditambah tindakan dari pelatih bagi setiap kesalahan yang diperbuat. Sudah pasti badan jadi kencang dengan sendirinya.

Satu lagi keuntungan yang kami dapat dengan dikirimnya kami Samapta di Makassar. Selain bisa jalan-jalan gratis, kami juga bisa kenal masyarakat baru dari timur. Jadi kalo nanti ada kesempatan liburan ke Raja Ampat (amin!) sudah tahu harus menghubungi siapa disana. Huehehe. Papua, Ambon, dan Makassar sendiri. Mereka unik dengan gayanya masing-masing. Rata-rata teman-teman yang dari timur adalah orang yang ceplas-ceplos. Apa yang dipikirkan, langsung diutarakan. Tapi itu sebenarnya bagus, karena itu artinya mereka adalah orang yang jujur dan apa adanya.

Oh, satu hal lagi yang tak terlupakan adalah melihat ibu-ibu istri anggota yang sering ngumpul sore-sore di batalyon. Sungguh segar, di kala capek dan lelah mengikuti kegiatan seharian dan terus-terusan ngobrol dengan sesama peserta yang isinya cowok semua, saat istirahat sore bisa ngeliatin, dan kalo beruntung bisa ngobrol sama para ibu-ibu muda yang murah senyum itu. Huehehe.

Samapta tidak melulu penuh dengan penderitaan dan penyiksaan, tentu ada kala tertawa dan kejadian-kejadian konyol yang terjadi disana. Semuanya berkesan. Semuanya nggak akan mudah terlupakan. Semoga apa yang kami dapat selama mengikuti Samapta dapat kami ingat dan kami praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk yang belum mengikuti Samapta, sabar saja. Cepat lambat nanti akan dipanggil juga. Yang penting saat dipanggil fisik kita dan terutama mental sudah siap. Kalo belom siap ya berarti siap-siap dengan “mekanisme pelatihan” yang sudah disiapkan pelatih.

Salam.

Komando!

Makassar, Ki!

Sabtu, 16 Agustus 2014 sekitar pukul 11 WITA, saya dan teman-teman seangkatan tiba di Bandara Sultan Hasanudin, Makassar. Perjalanan kurang lebih 1 jam dari Balikpapan ke Makassar tidak begitu terasa karena sudah tidak sabar ingin segera liat kota baru ini. Dan setelah kurang lebih 2 jam kemudian jemputan datang. Mereka yang menjemput adalah teman-teman satu angkatan yang penempatan di KPPBC TMP B Makassar. Tidak banyak yang berubah dari kawan-kawan ini, kecuali bentuk badan yang sedikit, saya ulangi, sedikit membulat.

Satu hal pertama yang mencengangkan dari Makassar adalah ternyata di sini sudah ada jalan tol. Kalah Balikpapan hahaha. Sampai di jalan protokol tercengang lagi. Ternyata lalu lintasnya luar biasa. Mobil main serobot kanan-kiri, klakson bunyi terus macam orkes, dan lain-lain. Seru juga sebenarnya, terutama untuk yang berkeinginan meningkatkan skill mengemudinya, bisa kesini buat latihan.

Setelah diajak berkeliling sejenak di daerah sekitar pelabuhan, kaki diajak makan palubasa. Cara penyajian palubasa ini ternyata mirip dengan coto namun kuah berbeda. Sayang meskipun kami pesannya daging, yang disajikan ternyata banyak lemaknya juga. Huft.

Keesokan harinya kami mengunjungi Trans Studio Mall dan pantai Losari. Pantai Losari ini adalah tempat hang out paling happening bangeudh di Makassar. Rame banget lah pokoknya. Disini karena terlalu malem dan capek jadinya foto-fotonya seadanya saja. Hehe.

Keesokan harinya kami ke Trans Studio lagi. Kali ini ke Theme Parknya. Tempatnya seru, walaupun gak begitu terpuaskan seperti di Dufan. Wahananya tanggung, baik dari panjangnya, lama durasinya, dan lain-lain banyak yang tanggung.

Satu hal yang masih tertunda dan belum kesampaian adalah foto-foto di pantai Losari dan Tanjung Bira. Semoga nanti setelah Samapta bisa kesampaian. Amin.

Penyakit Hati: Iri

Sial, kenapa dia yang dapet sih?

Dan kenapa juga aku harus tau kalo dia dapet?

Iri, menurut KBBI adalah perasaan kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dsb.); cemburu; sirik; dengki. Setiap orang, kalian para pembaca, termasuk saya, pasti pernah merasa iri. Iri adalah penyakit hati yang amat berbahaya. Bisa menyebabkan kita kurang makan, sesak napas, dan darah tinggi.

Seminggu belakangan ini perasaan iri tersebut menguasai diri saya. Menyebabkan saya sering diam merenung di pojokan. Melihat teman yang punya rejeki tertentu yang saya harusnya juga bisa dapat tapi ternyata tidak dapat, itu sangat menyiksa. Bikin stres. Mungkin itu jadi salah satu penyebab beberapa hari yang lalu kondisi fisik saya agak drop, selain karena memang kurang istirahat. Coba kalo dapet rejeki itu nggak usah saya tau, atau kalo kira-kira mau dapet rejeki nggak usah diterima di depan saya, terimanya tunggu saya sudah pergi sajalah. Kan enak kalo gitu….

Entahlah, mungkin kelihatan childish, atau pathetic, tapi kalo dipikir-pikir itu sebenarnya manusiawi. Merupakan kodrat manusia untuk merasa iri.

eyes-72

Melihat ke belakang, saya pikir saya kurang merasa bersyukur. Saya tidak lebih miskin sebenarnya dari teman-teman saya. Karena miskin dan kaya itu tidak dilihat dari uang saja. Keluarga, teman, keahlian atau skill, itu semua merupakan harta yang tidak ternilai dengan uang. Hal pertama yang saya lakukan dalam kondisi krisis ini adalah menelpon keluarga, mungkin sudah agak lama saya nggak dengar suara mereka sehingga saya agak lupa siapa saya. Gitar yang agak berdebu di pojok kamar saya itu juga sepertinya seru untuk dimainkan, sudah lebih 2 bulan sejak terakhir kali saya memegang gitar itu. Intinya saya harus menata dan mengingat-ingat lagi harta apa yang saya punyai dan terlupakan selama ini.

Rejeki sudah ada yang mengatur. Yang mengatur pun tentu nggak pingin kita hidup tidak berkecukupan karena kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya.

Salam. Selamat pagi dan selamat hari Minggu! :)

Selamat Datang Bulan Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang bulan Ramadhan. Bulannya teman-teman beragama Muslim mencari pahala sebanyak-banyaknya. Sayang sekali hari pertama Ramadhan tahun ini jatuh pada hari Minggu. Padahal kalo jatuhnya di weekdays kan lumayan dapet libur 1 hari kayak waktu sekolah dulu. [Emang kalo weekdays orang kantoran dapet libur po, ndes?]

Saya memang nggak ikutan puasa, tapi selalu terkena dampak dari teman-teman yang menjalankan puasa. Salah satunya adalah susah cari makan siang. Banyak warteg alias tempat makan yang tutup saat Ramadhan. Tak terkecuali warteg-warteg di sekitaran rumah saya. Ini sering buat saya bingung, kalau mata pencaharian utama para pengusaha warteg tersebut adalah dari warteg, kenapa siang malah tutup, apakah mereka nggak mau mencari uang? Dan kalau pun bukanya sore hari menjelang buka puasa, tidakkah keuntungannya berkurang banyak dari pada buka satu hari penuh seperti biasa? Apapun alasannya ini tidak dibenarkan. Apakah mereka tidak memikirkan nasib anak rantau yang tidak puasa seperti saya? Apakah saya harus terus-terusan makan makanan macam bakso pinggir jalan yang rasanya seperti formalin barusan?

Ini tidak adil. Saya bersumpah jika saya punya uang kelak saya akan membangun warteg murah nan enak yang buka siang hari di kala bulan Ramadhan. Sementara menunggu uangnya ada, saya mesti menikmati dulu memasak nasi dan lauk setiap hari.

The FA (Finally Arive) Cup

Selamat tinggal joke “sekian musim tanpa gelar”! Sudah bosan kuping dan mata ini mendengar dan membaca joke gak bermutu itu. Gak bermutu saya bilang karena mereka yang bercanda seperti itu sebenarnya adalah fans dari klub yang juga pernah puasa gelar. Silakan baca sendiri sejarah klub-klub macam Man United, Liverpool yang sempat lama puasa gelar. Chelsea dan Man City apalagi. 2 klub yang cuma jadi pelengkap EPL sebelum ketiban duit dari para saudagar minyak.

Terima kasih kepada para pemain Arsenal yang berjuang keras dan Arsene Wenger tentunya, akhirnya klub ini mendapatkan trofi pertamanya dalam 9 tahun terakhir. Sungguh penantian yang cukup panjang (kalau tidak bisa dibilang sangat panjang) bagi kami para fans. Tidak berhenti mulut ini berteriak-teriak sepanjang match kemarin. Arsenal sukses menyajikan pertandingan yang seru, panas, serta bikin deg-degan. Sungguh pantas untuk sebuah pertandingan final. Start yang buruk, peluang-peluang yang terbuang percuma, dan performa wasit yang mengabaikan setidaknya 3 penalty untuk Arsenal sebenarnya merupakan hal yang biasa dialami oleh para gooner yang sering nonton match-match Arsenal. Itulah mengapa tidak banyak yang bisa menjadi gooner. Gooner sejati memerlukan jantung yang kuat bro.

Sekarang dengan tidak adanya beban untuk mendapat trofi karena sudah kelamaan berpuasa, saya berharap mainnnya makin bagus plus piala yang datang makin banyak. Amin.

Oh tunggu, sekarang sudah 1 hari Arsenal tanpa gelar!

HarBukDun

Selamat malam! Di kota Balikpapan malam ini sedang turun hujan deras. Enak banget untuk tidur. Tapi dari tadi saya udah tungguin, ngantuk belom datang juga. Sembari nunggu ngantuk, ijinkan saya untuk curhat-curhat dikit melalui tulisan ini. :)

Hari ini denger-denger bertepatan dengan hari buku sedunia, jadi ijinkan saya sedikit cerita-cerita tentang buku.

Saya suka membaca buku. Apakah kamu juga? Saya ingat dulu waktu SD saya sering baca buku di perpustakaan sekolah. Ceritanya dulu anaknya rajin. Hehe. Buku yang saya baca antara lain buku-buku cerita rakyat, science, majalah bobo, koran bola, dan lain-lain. Buku yang agak berat baru saya baca pas SMP dimana waktu itu saya dapet tugas dari guru untuk meresensi novel. Saya lupa judul novel yang saya buatkan resensinya itu apa, kalo tidak salah agak-agak mengandung unsur misteri dan ada detektifnya. Dari novel itu juga pertama kali saya dapat kosakata baru yaitu: nyentrik. Saya malah baru tau arti nyentrik itu belakangan setelah saya selesai baca novelnya. Haha.

Saya juga inget pas SMP saya sering banget baca buku di perpustakaan sekolah. Lebih sering daripada waktu SD. Alasannya tentu untuk melihat bu guru penjaga perpustakaan yang baik dan can… eh, maksudnya untuk menambah pengetahuan. Hehehe.

Buku favorit saya tidak ada, tapi ada satu buka yang meninggalkan kesan paling lama setelah selesai membacanya: buku novel fiktif tentang filsafat berjudul Dunia Sophie, karangan Jostein Gaarder. Cara menulis pengarangnya cerdas. Ending bukunya nggak terduga. Top bangetlah buku ini. Sekarang saya lagi nyari salah satu buku karangan om Jostein juga, judulnya Misteri Soliter (Solitaire Mystery) yang masih belom dapet juga sampe sekarang.

Karena bukulah saya mulai membuat blog ini. Lebih spesifik lagi, karena buku Sujiwo Tejo-lah saya membuat blog ini. Saya lupa di buku yang mana, yang jelas di salah satu bukunya mbah Sujiwo Tejo menulis bahwa kita tidaklah benar-benar membaca sebelum kita menulis. Makanya saya mulai menulis agar apa yang saya baca bisa saya selami dalam-dalam. Karena dengan pengalaman menulis, kita akan lebih memahami makna tulisan orang lain. Ibarat kata apabila kita jago menyanyi, maka kita akan mendengar nyanyian orang lain dengan lebih seksama dan penuh perasaan. Mirip juri-juri di acara talent show televisilah.

Oh ya, saya jadi ingat kalo bulan ini adalah ultah blog ini yang pertama. Yeay! Mohon doa restunya ya teman-teman, semoga blog ini panjang umur dan nggak dianggurin pemiliknya.

Golput Yuk!

Apa? Kalian nggak mau golput? Yo wes, nggak apa-apa. Itu artinya kalian adalah warga negara yang baik yang masih mau menjalankan kewajiban kalian sebagai warga negara.

Kalo boleh tau, siapa sih yang akan kamu pilih pada saat Pileg tanggal 9 April 2014 nanti? Apa? Kamu nggak tau siapa yang akan dipilih nanti? Serius nih? Bagi yang ingin menjadi pemilih yang baik, harus tau siapa yang akan dipilih nanti. Dan itu bisa dilihat di website KPU. Ada nama-nama caleg yang dikelompokkan sesuai dapil-nya. Liatin aja itu nama-namanya, siapa tau ada yang namanya indah dan mukanya rupawan terus kamu suka. Kepo diperbolehkan kok disini. Di-google aja itu nama-nama caleg yang nggak terkenal itu biar kamu jadi kenal dengan mereka.

Untuk mereka yang punya kerabat/sanak saudara yang jadi caleg atau tetangga atau udah dibayar untuk milih salah satu caleg mah enak. Nggak perlu lagi cari-cari info mengenai calon pilihannya. Untuk yang nggak punya, ya susah-susah dikit ga apa-apa lah ya. Kan biar nggak salah pilih ini. Biasanya sih, orang-orang yang nggak kenal sama caleg-caleg yang nampang di kertas suara pada milihnya ngasal. Saya nggak menuduh kalian para pembaca saya loh ya. Tapi kebanyakan emang begitu. Kalo mau nyoblos dengan ngasal, misal dengan cara tutup mata dan asal tusuk, ya mending sekalian jadi golput aja kayak saya. Hehehe.

pemilu-6

Lagian apa sih enaknya nyoblos? Bayangkan, pada hari pencoblosan, yang mana adalah hari libur, kita diharuskan bangun dan berjalan (atau naik kendaraan) ke TPS. Kalo udah melek sih bisa bener jalannya. Coba kalo belum melek, yang ada malah nanti bukan ke Tempat Pemungutan Suara malah ke Tempat Pembuangan Sementara. Bahwa yang menyebabkan libur itu adalah pemilu, itu benar sekali. Tapi coba bayangkan kalo disaat libur itu kita bisa tidur dan berleha-leha di kasur! Behh… Jadi ngapain kita repot-repot menuju TPS yang Tempat Pemungutan Suara itu untuk mencoblos mereka yang nantinya nggak tau siapa kita? Bukan mau minta timbal balik sih. Tapi… ah udahlah pokoknya gitu deh.

Apa? Kalian tetap nggak mau golput? Ya udah. Monggo silakan. Pokoknya saran saya, nggak usahlah itu nge-upload poto jari kelingking yang warna ungu pertanda kalian abis nyoblos di berbagai sosial media. Mending dicuci bersih terus nyoblos lagi di TPS lain (eh..!) Saya sebenarnya bisa aja nggak golput. Tapi sekarang saya lagi tugas bekerja di luar kota. Sebenarnya bisa juga saya mengurus perpindahan dapil. Tapi berdasarkan peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013, itu ribet. Dan sepertinya terlalu ribet untuk satu suara yang prosentasenya cuma 0,00000000000000000001% dari total perolehan suara. Biarlah fasilitas yang baru itu dimanfaatkan oleh mereka yang biasa menjadi pelaku curang untuk berlaku curang lagi di pemilu kali ini.

Terakhir, biar situasi politik kita agak sedikit nggak jelas, biar pemimpin-pemimpinnya kebanyakan (kalo nggak boleh disebut semuanya) korupsi, saya doakan semoga semoga semoga semoga siapapun pilihan kalian nggak korupsi dan bisa membawa negara ini menuju ke arah yang lebih baik. Jangan terpengaruh dengan blog atau tulisan orang yang mengajak golput ya. Ikuti saja kata hatimu sendiri (atau orang tuamu atau kerabatmu atau tetanggamu). Merdeka!

(Update terbaru: Saya baru nemu blog yang nyantumin profil-profil para caleg: litsuscaleg2014.wordpress.com. Monggo…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.