Workshop Pemanfaatan Internet Untuk Motivasi dan Pengembangan Diri oleh Bapak Romi Satria Wahono

Hari ini, Selasa, 24 Februari 2015, bertempat di Balai Diklat Keuangan Balikpapan, saya mengikuti acara Workshop: Pemanfaatan Internet Untuk Motivasi Dan Pengembangan Diri. Acara dibuka oleh pada pukul 08.30, oleh Kepala BDK, bapak Eko Sulistyo. Acara kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh pak Romi yang baru saya tau belakangan adalah pendiri IlmuKomputer.net, merangkap dosen, juri, konsultan, dan yang lain-lain yang berhubungan dengan software engineering, dan bahkan hampir jadi calon menteri. Lebih lengkap mengenai beliau silakan kunjungi blognya di romisatriawahono.net.

Romi Satria Wahono
Sesuai dengan tema acara, yaitu untuk motivasi dan pengembangan diri, para peserta yang terdiri dari para pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan diajak untuk terjun ke dunia blog. Di tengah acara bahkan kami para peserta diminta untuk menulis artikel mengenai acara ini. Artikel saya ini salah satunya. :D

Acara berjalan dengan lancar dan menarik. Banyak ilmu yang bisa didapat dari pak Romi. Dan beliau bahkan menawarkan domain gratis bagi para peserta yang ingin serius ngeblog. Saya sangat berharap semoga saya kebagian. :D

Nonton Avenged Sevenfold – Dendam Terbalaskan!

Nonton Avenged Sevenfold (A7X) merupakan mimpi saya dari dulu. Saat A7X pertama ngunjungin Indonesia tahun 2008 saya pengen ada disana buat nonton. Tapi apa daya, keinginan saya yang masih bocah SMA kelas dua itu tidak mungkin bisa kesampaian. Waktu A7X datang kedua kalinya ke Indonesia tahun 2012 saya sedang kuliah di Jakarta. Tapi.. tapi.. tapi.. konsernya dibatalin karena pihak promotornya kurang kompeten. Huft. Dan sekarang setelah 7 tahun, kesempatan nonton band pujaan datang lagi. Uang ada, waktu ada, apa lagi yang ditunggu-tunggu?

2015/01/img_3755.jpg

Berangkat dari kosan temen tempet nebeng saya di Jakarta jam 14.30, nyampe di vanue langsung ngantri buat nuker tiket di booth penukaran tiket. Tiket dapet, langsung ngantri lagi di depan entrance gate yang sebenernya udah rame sama orang-orang. Mereka yang di depan-depan udah ngantre dari jam 12 siang sepertinya. Kami ngantre dari jam 17.00 di depan gate, dan baru dibuka jam 18.00. Nyampe di dalem masih nunggu lagi karena konser baru dimulai pukul 20.00.

Pukul 20.00 konser dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Berhubung nggak ada band pembuka, untuk memanaskan suasana, penonton diputerin lagu-lagu Ride The Lightning (Metallica), Walk (Pathera), dan Back to Back (AC/DC). Pukul 20.20 skuad A7X naik ke panggung. Lagu yang pertama di bawakan adalah Shepherd of Fire. Kemudian berturut-turut Critical Acclaim, Welcome To The Family, Hail To The King, Beast And The Harlot, Burried Alive, Seize The Day, dan Nightmare dibawakan.

M. Shadows sempet minta penonton buat matiin semua gadget, menikmati lagu selanjutnya dan buat circle pit, karena lagu berikutnya adalah Chapter Four! What a surprise! Lagu ini jarang banget dibawain A7X pas konser-konser mereka. Setelah Almost Easy dibawain, konser dilanjutin dengan permainan gitar solo dari Syn Gates. Lagi asik-asik nikmatin solonya Syn Gates crew panitia malam ngelemparin air mineral ke penonton. Sial, mengganggu banget. Huft.

Afterlife, This Means War, dan Acid Rain, dibawakan sebelum konser dijeda dan semua personel A7X turun ke belakang panggung. Setelah dipanggilin dan ditepukin ama penonton barulah mereka keluar lagi. “Are you sure you still have energy?” kata M. Shadows buat mastiin kalo para penonton emang masih pengen dengerin lagu selanjutnya. “Yeah!” jawab para penonton antusias. Unholly -fucking- Confessions dibawain dan dilanjut Bat Country. Setelah itu, macam konser mereka jaman-jaman album Self-Titled, mereka konser ditutup dengan A Little Piece Of Heaven.

Secara keseluruhan konser ini dikemas dengan sangat ciamik. A7X mainnya keren, total, dan semangat banget. Termasuk Arin Ilejay, dia mainnya powerful banget walau akhirnya pukulannya jadi agak-agak berantakan. Haha.

2015/01/img_3780.jpg

Sangat menyenangkan nonton band yang emang udah lama ditunggu-tunggu. Energi abis teriak-teriak, tangan pegel ninju-ninju ke atas dan ngerekam 1-2 video, serta kaki pegel lompat dan jinjit-jinjit. Itu semua worth it. Lagu-lagu macam Chapter Four dan Unholly Confessions pas dibawain bikin terharu banget. Lagu jaman-jaman baru belajar main gitar dan baca tab dari Ultimate Guitar. Berat sebenernya nggak dapet souvenir. Tapi ngeliat semua yang udah saya dapetin di sana, nggak dapet souvenir gapapa lah. (Berusaha menguatkan diri. Hehe.)

Well, another life achievement unlocked!

Tahun Baru, Resolusi Baru

Selamat Tahun Baru 2015!

Biasanya orang akan ngepost resolusi baru di media-media sosial untuk menyambut tahun yang baru. Saya sih nggak pernah. Bukan apa-apa, takutnya kalau resolusinya nggak sukses dijalanin jadinya malu dua kali. Pertama malu sama diri sendiri, yang kedua malu sama yang baca. Hehe.

Nah saya mau sedikit melanggar kebiasaan saya itu kali ini. Untuk tahun ini saya mau ngepost resolusi tahun baru saya disini biar dibaca orang. Harapan saya, saya jadi semakin termotivasi untuk tidak gagal. Amin.

Nah beberapa ambisi pribadi yang ingin saya capai tahun ini antara lain:

1. Menamatkan baca Alkitab.
Sejak kecil sampai sekarang saya belom pernah baca alkitab secara urut dari Kejadian-Wahyu sampe tamat. Semoga tahun ini bisa.

2. Menamatkan baca satu buku tiap bulan.
Serajin-rajinnya saya baca buku (kecuali komik), saya paling menamatkan 5 buku dalam setahun. Yah semoga kalo ditargetin kayak gini bisa nambah.

3. Ngecilin perut.
Ini nih target yang kalo dipajang aja udah bikin malu, apalagi sampe gak berhasil. Huft. But I’ll take the risks.

Gitu deh. Besar harapan saya supaya bisa tercapai semua resolusinya. Seperti di awal tadi, semoga dengan ngeposting begini bisa jadi pelecut saya untuk tidak gagal. Amin.

Again, Selamat Tahun Baru 2015!

Di Suatu Malam Menjelang Tidur…

… saya menjadi tempat abang saya curhat.

Abang-sepupu saya ini sering cerita-cerita dengan saya tentang berbagai macam hal. Malam itu yang dia ceritakan adalah tentang atasannya yang njengkelin. Kebanyakan tentang keburukan atasannya seolah-olah cuma keburukan yang bisa dilakukan atasannya.

Yang paling bikin jengkel dari si atasan, kata abang saya, adalah kebanyakan apa yang dia perintahkan kepada bawahannya sebenarnya merupakan hal yang remeh-remeh dan bersifat pribadi. Bayangkan hal paling remeh dan gak penting, apa saja, kemungkinan besar itu sudah pernah keluar dari mulut atasannya. Ini sama dirasakan semua bawahan si bapak atasan abang saya ini. Tidak hanya pegawai baru tapi juga pegawai lama, asalkan masih berstatus bawahan. Ini bukan jenis perintah sebagai wujud hukuman. Bukan. Karena kalau bapak atasan mau menghukum, bentuknya berupa hukuman push-up, katanya. Entah motivasinya untuk ngerjain atau untuk menyiksa, tapi ini begitu alami. Entah apa maksud alami abang saya ini. Mungkin untuk menggambarkan bahwa itu adalah sifat beliau dari lahir. Katanya sambil bercanda, mungkin beliau adalah anak bungsu, yang sering ditindas oleh saudara-saudaranya yang lebih tua sehingga ketika dewasa sifat penindasnya muncul. Atau mungkin dia sering dibully di sekolahnya dulu sehingga sekarang berbalik ingin mem-bully orang. Haha. Saya tertawa saja mendengar celotehan abang saya.

Saya yang masih kecil dan belum mengerti tentang dunia kerja dibuat jadi takut oleh abang saya. Takut kalau nanti bekerja dapat atasan yang njengkelin kayak dia. Maka dari itu saya dulu pengennya jadi anak band saja, selain yang dikerjakan merupakan hobi, jadi anak band juga gak ada atasannya. Tapi apa daya, sekarang malah kecebur jadi PNS saja.

Yah, semogalah di tempat saya bekerja sekarang tidak ada atasan yang sepeti diceritakan abang saya itu. Oh, wait…..

Catur Yang Menjadi Guru

Kekalahan itu adalah sesuatu yang nggak enak. Dan kemenangan, dalam kondisi dan situasi tertentu, juga bisa menjadi sesuatu yang nggak enak. Barusan saja saya mengalaminya.

Jadi ceritanya saya ikut lomba catur antar kantor dalam rangka memeriahkan Hari Oeang Republik Indonesia. Saya tergabung dalam tim kantor yang terdiri dari 3 orang. Di partai terakhir grup, tim saya melawan tim Pajak Penajam yang anggotanya terdiri dari teman-teman sebaya kami. Berbeda dengan musuh-musuh kami sebelumnya yang terdiri dari bapak-bapak semua. Ada kemungkinan untuk bisa meraih kemenangan 3-0. Kemenangan 3-0 kemungkinan akan membawa kami lolos dari grup yang terdiri dari 5 tim termasuk kami. Kemungkinan itu cukup kecil karena masih harus melihat hasil dari tim lain juga.

Pertandingan dimulai dengan sebelumnya dilakukan suit untuk menentukan pemegang bidak putih dan hitam. Karena kalah suit, kami mendapat bidak hitam-putih-hitam. Belum mulai pemain musuh sudah memulai mind game dengan mengatakan bahwa dia tidak jago main catur. Saya berusaha menanggapi dengan santai saja agar tidak terlihat kaku. Haha.

Pertandingan berjalan dengan penuh obrolan dan penuh canda. Seperti bukan pertandingan caturlah. Saya sempet terkecoh oleh musuh yang mengajak saya ngobrol, sehingga saya jadi salah langkah yang mengakibatkan saya kehilangan menteri saya. Namun saya menyerang balik, dan dengan sedikit keberuntungan menteri musuh juga bisa saya makan. Huft. Di papan sebelah, tanpa diduga ternyata kemenangan berhasil diraih dua teman saya sehingga skor menjadi 2-0. Penentuan kini ada di saya. Jika saya menang, skor menjadi 3-0 dan peluang lolos ke babak selajutnya terbuka lebar. Sampai di akhir permainan, keadaannya adalah musuh tinggal punya 2 pion dan raja. Sedangkan saya punya 2 gajah, 2 benteng, raja, dan banyak pion. Kemenangan sepertinya sudah di depan mata. Saya harusnya bisa menghabiskan musuh tanpa masalah. Tapi yang terjadi adalah… remis. Di luar dugaan saya gagal menghabisi musuh. :'(

Memang, tim kami menang 2,5-0,5. Tapi seandainya bisa menang 3-0 akan lebih besar peluang lolosnya. Setelah selesai pertandingan baru diketahui kalau kemenangan saya ternyata masih bisa membuat poin kami sama dengan tim runner-up. Dan kemungkinan untuk lolos (yang lolos ke babak selanjutnya adalah juara dan runner-up grup) sebenarnya masih tetap ada sampai akhir. Makin tambah kecewa. :'(

IMG_2322-0.JPG

Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini adalah bahwa merasa menang dan merasa kalah itu sama-sama tidak baik. Kita harus terus fight hingga pertandingan berakhir dengan segala kemampuan yang kita punya. Di detik-detik akhir pertandingan “mungkin” saya merasa bakal segera menang sehingga terburu-buru. Akibatnya malah gagal menang. Ibarat permainan sepak bola, seharusnya sebelum peluit akhir berbunyi segala kemungkinan masih bisa terjadi. Seharusnya sih.

Ah, kalo diingat-ingat bodoh bangetlah saya malam itu. Ayo, kita main catur lagi!

Samapta

Samapta atau lengkapnya Diklat Teknis Umum Kesamaptaan adalah suatu diklat yang wajib diikuti oleh seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dengan mengikuti Samapta, seorang pegawai Bea Cukai akan memiliki kecakapan-kecakapan tertentu yang akan berguna dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sehari-hari di Bea Cukai. Kecakapan-kecakapan tersebut antara lain jiwa korsa, kedisiplinan, keuletan, semangat, patuh pada perintah atasan, dan lain sebagainya. Tentu apabila kecakapan tersebut mampu diterapkan dalam tugas keseharian, para pegawai akan semakin cepat melesat karirnya. Amin.

Saya dan empat orang teman seangkatan dipanggil untuk melaksanakan Samapta di Makassar. Bukan di Balikpapan tempat kami bekerja, atau Pusdiklat Bea Cukai Jakarta tempat Prodip III angkatan-angkatan di atas kami melaksanakan Samapta. Dan itu tidak jadi masalah karena kami jadi bisa jalan-jalan gratis di Makassar dengan tiket pesawat dibayarin. Huehehe.

Selama lima minggu mengikuti Samapta kami tidur di barak yang telah disediakan Batalyon Komando 466 Paskhas Lanud Hasanuddin, dengan fasilitas super mewah a la tentara. Banyak kegiatan dan pengalaman baru yang kami dapatkan disana. Seperti raffling, flying fox, main LCR atau Landing Craft Rubber atau perahu karet, menembak (beserta bongkar pasang dan membersihkan senjata), bela diri militer, haling rintang, curving, dan lain-lain. Dan semuanya seru, semuanya tak terlupakan.

Di dalam melaksanakan diklat Samapta ini kami melaksanakan juga kegiatan tes samapta a la tentara yang merupakan suatu tes yang dilakukan untuk mengukur kemampuan fisik kita. Dalam tes samapta yang dites antara lain lari 2400 m, pull up atau restock, push up, dan sit up. Tes samapta dilaksanakan dua kali, yang pertama pada minggu pertama, yang kedua pada minggu kelima. Tujuannya adalah untuk mengukur apakah ada peningkatan kemampuan fisik kami selama 5 minggu mengikuti diklat Samapta. Dan ternyata memang ada peningkatan yang cukup signifikan.

Justru kalau tidak ada peningkatan yang signifikan, maka bisa dipastikan orangnya adalah orang penyakitan. Bagaimana tidak, setiap hari larinya 3 kali: pagi-siang-malam, ditambah push up, sit up, dan senam ngeselin (macam senam senjata, senam para, senam taktis, dan lain-lain). Belum lagi ditambah tindakan dari pelatih bagi setiap kesalahan yang diperbuat. Sudah pasti badan jadi kencang dengan sendirinya.

Satu lagi keuntungan yang kami dapat dengan dikirimnya kami Samapta di Makassar. Selain bisa jalan-jalan gratis, kami juga bisa kenal masyarakat baru dari timur. Jadi kalo nanti ada kesempatan liburan ke Raja Ampat (amin!) sudah tahu harus menghubungi siapa disana. Huehehe. Papua, Ambon, dan Makassar sendiri. Mereka unik dengan gayanya masing-masing. Rata-rata teman-teman yang dari timur adalah orang yang ceplas-ceplos. Apa yang dipikirkan, langsung diutarakan. Tapi itu sebenarnya bagus, karena itu artinya mereka adalah orang yang jujur dan apa adanya.

Oh, satu hal lagi yang tak terlupakan adalah melihat ibu-ibu istri anggota yang sering ngumpul sore-sore di batalyon. Sungguh segar, di kala capek dan lelah mengikuti kegiatan seharian dan terus-terusan ngobrol dengan sesama peserta yang isinya cowok semua, saat istirahat sore bisa ngeliatin, dan kalo beruntung bisa ngobrol sama para ibu-ibu muda yang murah senyum itu. Huehehe.

Samapta tidak melulu penuh dengan penderitaan dan penyiksaan, tentu ada kala tertawa dan kejadian-kejadian konyol yang terjadi disana. Semuanya berkesan. Semuanya nggak akan mudah terlupakan. Semoga apa yang kami dapat selama mengikuti Samapta dapat kami ingat dan kami praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk yang belum mengikuti Samapta, sabar saja. Cepat lambat nanti akan dipanggil juga. Yang penting saat dipanggil fisik kita dan terutama mental sudah siap. Kalo belom siap ya berarti siap-siap dengan “mekanisme pelatihan” yang sudah disiapkan pelatih.

Salam.

Komando!

Makassar, Ki!

Sabtu, 16 Agustus 2014 sekitar pukul 11 WITA, saya dan teman-teman seangkatan tiba di Bandara Sultan Hasanudin, Makassar. Perjalanan kurang lebih 1 jam dari Balikpapan ke Makassar tidak begitu terasa karena sudah tidak sabar ingin segera liat kota baru ini. Dan setelah kurang lebih 2 jam kemudian jemputan datang. Mereka yang menjemput adalah teman-teman satu angkatan yang penempatan di KPPBC TMP B Makassar. Tidak banyak yang berubah dari kawan-kawan ini, kecuali bentuk badan yang sedikit, saya ulangi, sedikit membulat.

Satu hal pertama yang mencengangkan dari Makassar adalah ternyata di sini sudah ada jalan tol. Kalah Balikpapan hahaha. Sampai di jalan protokol tercengang lagi. Ternyata lalu lintasnya luar biasa. Mobil main serobot kanan-kiri, klakson bunyi terus macam orkes, dan lain-lain. Seru juga sebenarnya, terutama untuk yang berkeinginan meningkatkan skill mengemudinya, bisa kesini buat latihan.

Setelah diajak berkeliling sejenak di daerah sekitar pelabuhan, kaki diajak makan palubasa. Cara penyajian palubasa ini ternyata mirip dengan coto namun kuah berbeda. Sayang meskipun kami pesannya daging, yang disajikan ternyata banyak lemaknya juga. Huft.

Keesokan harinya kami mengunjungi Trans Studio Mall dan pantai Losari. Pantai Losari ini adalah tempat hang out paling happening bangeudh di Makassar. Rame banget lah pokoknya. Disini karena terlalu malem dan capek jadinya foto-fotonya seadanya saja. Hehe.

Keesokan harinya kami ke Trans Studio lagi. Kali ini ke Theme Parknya. Tempatnya seru, walaupun gak begitu terpuaskan seperti di Dufan. Wahananya tanggung, baik dari panjangnya, lama durasinya, dan lain-lain banyak yang tanggung.

Satu hal yang masih tertunda dan belum kesampaian adalah foto-foto di pantai Losari dan Tanjung Bira. Semoga nanti setelah Samapta bisa kesampaian. Amin.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.