F*** you, Robin!

Aku inget beberapa tahun lalu waktu aku dibikin patah hati sama cewek. Kalo nggak salah tahun 2009. Untuk pertama kalinya aku ngerasa hancur berkeping-keping waktu dia ninggalin aku dan pergi sama cowok lain. Sakitnya bukan main pokoknya. Hampir setahun waktu yang aku butuhin sampe aku bisa keluar dari rasa depresi saat itu.

Bertahun-tahun setelah itu aku dibikin patah hati lagi. Kali ini sama cowok. Namanya Robin Van Persie. Dia bikin hatiku hancur sehancur-hancurnya saat dia pindah dari Arsenal ke Manchester United.

RobinFPesie

Sebenernya RVP bukanlah siapa-siapa pas pertama dibeli Arsenal dari Feyenord. Sama kayak kebanyakan pemain-pemain baru yang datang ke Arsenal. Mereka rata-rata adalah pemain muda potensial yang kemudian akan disulap oleh om Arsene Wenger menjadi pemain bintang. We don’t buy stars, We make them.

Awal-awal berkarir di Arsenal, RVP akrab dengan cedera. Tapi om Wenger tetap percaya padanya. Kontrak RVP terus diperpanjang untuk jangka panjang, dan gajinya terus dinaikin seiring dengan peran vitalnya di klub.

Dan musim 2011/2012 adalah puncak karir RVP di Arsenal. Musim yang fantastis dan bombastis serta spektakuler. Dia main bagus, cetak banyak gol, jadi top scorer, dan menjadi pemain terbaik di liga (versi PFA). Tapi cukup musim itu saja om Wenger merasakan buah hasil investasinya. Musim berikutnya dia pindah ke klub yang (menurutnya) bisa kasih dia gelar yang dia idam-idamkan. Dan sedihnya, kenyataannya sih emang bener begitu.

Dia sukses dapet gelar yang dia idam-idamkan di klub barunya itu, trofi English Premier League. Dia juga dapet gaji besar, 1,5x lebih besar dari gajinya saat di Arsenal. Tapi kalo boleh bertanya, setelah itu apa? Setelah dapet piala EPL apa?

Kalo boleh aku mau berandai-andai. Semisal dia tetep stay di Arsenal, mungkin RVP bisa mecahin rekor gol Henry kalo dia terus main di top perform. Dia udah ngoleksi 130an gol sebelum pergi, lebih dari setengah jumlah gol Henry. Who knows, right? Dan kalo suatu saat RVP berhasil bawa Arsenal juara, dia nggak dapet medali, dia bakal respect dari semua orang. Dia bakalan menjadi legenda beneran kalo dia stay di Arsenal. Mungkin bisa sejajar dengan legenda Arsenal yang lain macam Denis Bergkamp dan Thierry Henry. Dia mungkin akan dibuatin patung di luar stadion, dan siapa tau dia bakal menangin banyak gelar pribadi. Agak lebay ya? Ya tapi emang kemungkinan kesana ada. But he rushed it, and threw that all away for the silverware and money. RVP mungkin dapet gelar di klubnya sekarang, tapi gak bakal dapet respect. Setidaknya nggak dari aku.

Profesionalisme katanya. Kalo aku bilang sih materialistis!

Aku memang cuma fans biasa yang biasa nonton Arsenal cuma lewat tv, baca berita di internet, kadang-kadang ikut nobar bareng Arsenal Indonesia Supporter, dan sering main PES/FIFA pake tim Arsenall. Aku cuma fans yang sejenis itu. I don’t stand in Robin’s boots. I don’t know what he feels. But one thing for sure, deep down I know he still loves Arsenal. Satu kalimat yang aku quote dari dia pas masih berseragam Arsenal yaitu: “My heart is with Arsenal and I just can’t picture myself in a different shirt.” Menurutku sekarang dia cuma berusaha membohongi dirinya dengan cara membalikkan badan dari klub yang dia cintai untuk suatu hal (aku mau bilang “hal kecil” untuk trofi itu, tapi takut banyak orang yang nggak setuju) dan mengejar hal itu dengan musuhnya. Pernah bayangin gimana kalo pak Habibie itu materialistis dan cuma ngejer prestise dan uang? Nah…. Intinya, I feel sorry for him (RVP).

Dari sini aku belajar sesuatu. Jangan terlalu mencintai dan mengidolai pemain bola. Mereka itu adalah pemain profesional yang dibayar untuk bermain bola. Bahkan ada yang terlalu profesional kayak Robin Van Persie. Mereka hebat, mereka gak akan mau merugi cuma untuk klub dan fans. Well, tentu nggak semua pemain. Masih ada Dennis Bergkamp, Fransesco Totti, Alex Del Piero, Paolo Maldini, Ricardo Kaka, Stephen Gerrard, dll aku gak bisa sebut semua, yang sangat loyal kepada klub dan layak untuk dicintai dan diidolai.

Kita sebagai fans cuma bisa milih satu klub, mencintai klub itu, pelajari sejarahnya, nikmatin permainannya. Kalau bisa menang gelar, itu mah bonus. Yang penting permainannya ajaib dan bikin ketagihan untuk nonton tiap pekan. Kalau pun mau mengidolai, memuja, mencintai pemain tertentu boleh, asal liat dulu kontribusinya untuk klub. Hehehe. Sama kaya tulisan filosofis yang dulu pernah tertera di logo Arsenal, Victoria Concordia Crescit. Atau bahasa Palembangnya, Victory comes through harmony.

Untuk Robin van Persie (kalo-kalo secara ajaib dia baca blog ini dan nyewa seorang translator buat bacain ini ke dia) aku mau bilang: Congratulation. Congratulation on your trophy you dreamt for so long. You are the most professional player I’ve ever known. VERY, VERY PROFESSIONAL.

(Tulisan ini sedikit banyak terinspirasi dari tulisannya The Funny Gunner. Buat fansnya beliau maaf ya. Hehe)

Tagged: ,

10 thoughts on “F*** you, Robin!

  1. kocxx April 23, 2013 at 4:55 am Reply

    wo wo wo, barisan sakit hati

  2. galih April 23, 2013 at 8:35 am Reply

    kata pak syaiful: GOMBAL!!

  3. Randy Ardhani (@randyardhani) April 27, 2013 at 9:33 am Reply

    makonyo yo, ngefans klub tu sikok bae. jgn duo

    • haraluas April 27, 2013 at 9:57 am Reply

      dak apo2 bung ngefans banyak klub. asal jangan klub yg seliga. hehe

  4. Randy Ardhani (@randyardhani) April 27, 2013 at 10:39 am Reply

    ckckck ibaratnya ente punya 2 cewek tapi beda kota.

    • haraluas April 28, 2013 at 6:09 am Reply

      jangan diibaratkan ke cewek bung, kalo cewek masih biso putus… hhe

      • galih July 17, 2013 at 10:06 pm

        Berarti istri :3

      • haraluas July 18, 2013 at 3:39 am

        Haha. Poligami dong.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: