Tuuutttt… Tuuutttt… Tuuutttt…

Beberapa hari yang lalu saya bertamu ke blog orang, seorang mbak-mbak yang sepertinya masuk ke kampus yang sama dengan saya. Blognya rapi, sederhana kontennya, namun tulisan-tulisannyanya cukup enak untuk dibaca. Nah, salah satu tulisan yang secara random saya baca yaitu tulisan tentang kereta api. Judulnya KA Ekonomi.

Saya senang naik kereta api. Begitu membaca tulisan tersebut, saya langsung terbayang akan asiknya suasana di dalam kereta. Mulai dari suara roda kereta yang melintas di atas rel, aroma wewangian yang campur-campur di dalam gerbong, pemandangan alam kiri-kanan, suasana tempat duduk yang berhadap-hadapan sehingga menimbulkan kesan awkward, suara para pedagang yang menjajakan dagangannya, suara para pengamen menyanyikan lagu-lagunya, dan banyak lainnya. Saya sempat mencicipi bangku perkuliahan di seberang pulau, dan suasana-suasana di atas kereta merupakan pengantar yang pas jika ingin liburan ke rumah.

Banyak keuntungan yang saya peroleh dengan memilih moda transportasi yang satu ini. Yang pertama jelas bisa berhemat. Sebagai manusia berstatus mahasiswa, berhemat adalah kewajiban. Dibandingkan dengan memilih naik bus atau pesawat terbang, naik kereta api bisa menghemat ongkos saya hingga beberapa ratus ribu rupiah. Sangat amat lumayan menurut saya. Ya… meskipun saya harus merelakan pantat dan pinggang saya agak sedikit tersiksa juga lantaran lama perjalanan yang semakin panjang.

Yang kedua, saya bisa menikmati keindahan alam Indonesia. Jalur rel kereta api yang melewati alam bebas adalah sesuatu yang yoi banget. Cukup sudah saya menikmati asap, pengendara mobil dan motor yang selalu terburu-buru dan suara bising klakson di kota rantauan saya. Sekarang adalah saatnya pemandangan hijau dengan pohon-pohon dan area persawahan. Efeknya sama kayak efek pas ngobat mungkin. You imagine that yourself.

Keuntungan yang lain adalah saya bisa bertemu dengan orang yang saya gak kenal dan ngobrol-ngobrol. Syukur-syukur kalo bisa ketemu cewek jomblo yang cantik dan seiman di atas kereta. Hehehe. Dengan susunan kursi yang berhadap-hadapan, mau nggak mau kita harus berinteraksi dengan manusia di depan kita. Ya masak belasan jam perjalanan cuma saling tatap doang, ya kan? Sebagai seorang yang introvert, saya menganggap ini adalah latihan yang pas agar lebih gampang mengakrabkan diri dengan orang yang baru kenal. Saya inget pernah sebangku dengan seorang guru (sayangnya beliau bapak-bapak) yang juga seorang desainer bangunan. Dan beliau cerita banyak kepada saya soal dunia pendidikan yang sekarang udah bobrok sekali.

PT. Kereta Api Indonesia sendiri denger-denger sekarang udah banyak berbenah. Mulai dari sistem tiket yang makin diperketat, pedagang asongan dalam gerbong yang mulai dikurangin, layanan internet online, dan seterusnya. Denger-denger juga akan ada jalur kereta api baru yang akan dibangun, yaitu jalur lintas Sumatera. Kalau beneran jadi, seluruh provinsi di Sumatera nantinya akan terhubung oleh rel kereta. Tidak lagi seperti sekarang dimana hanya provinsi tertentu saja yang punya rel kereta. Begh, pulau Jawa bakal kesaing nih kalo gini. Haha.

Banyaklah hal-hal asik yang bisa kita dapetin dengan naik kereta api. Diantara temen-temen ada nggak yang belom pernah naik kereta sama sekali? Kalo ada, well, here, have my puk-puk.πŸ™‚

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: