“Talking-talking” About Math

Barusan saya ngajarin adek saya ngerjain PR matematika mengenai sistem perpangkatan bilangan. Beberapa soal bisa saya kerjakan, beberapa lainnya tidak. Ini karena bukunya kurang lengkap, contoh-contoh soalnya kurang banyak. Ya maklumlah, bukunya buatan pemerintah soalnya. Hehehe. Entah kenapa ya, kalau dengar kata-kata buatan pemerintah, kita pasti langsung berekspektasi itu kualitasnya rendahan. Bener nggak? Hehe. Eh, kita? Saya aja kali ya. :p

Ngomongin matematika, saya langsung teringat ke jaman kejayaan saya pas SMP dulu. Bukan bermaksud nyombong, nilai matematika saya cukup tinggi bila dibandingkan dengan pelajaran-pelajaran lain kala itu. Jaman SMP dulu saya seneng banget belajar matematika. Selain karena gurunya pintar dalam mengajar, buku bacaannya juga bagus, gampang dipelajari. Contoh soalnya banyak, latihan soalnya juga banyak. Terbitan Erlangga kalau nggak salah. Jadi sebenarnya kalau mau sedikit rajin baca buku itu tiap hari, nggak usah masuk sekolah pun bisa tuh jawab soal-soal UN matematika.

Hmm… tapi kalo nggak masuk sekolah, nggak bakal bisa ikut ujian kan ya? :p

Memasuki jaman SMA, udah mulai agak-agak suram. Saya mulai males belajar matematika. Dan saya menyalahkan guru-guru saya disana sebagai penyebabnya. Saya nggak tau apa emang saya bernasib sial dapat guru yang menyebalkan, atau emang semua guru di sekolah negeri itu kayak gitu. Pokoknya karena mereka saya jadi males banget belajar matematika. Mana buku bacaannya gak bagus lagi. Penerbitnya kalau nggak salah Yudhistira. Beda dengan buku bacaan waktu SMP dulu. Saya kesal. Tiap kali mau mulai serius belajar lagi, bingung mau mulainya dari mana. Udah tertinggal cukup jauh saya. Makin lama makin malas dan akhirnya saya beralih ke kesibukan lain seperti bermusik.

Di bangku kuliah, karena saya mengambil sekolah akuntansi, saya nggak ketemu sama matematika. Jadi kalo dihitung-hitung, kurang lebih 7 tahun sudah saya nggak belajar matematika.

Nah, tahun 2012 kemarin saya secara nggak sengaja mem-follow akun Twitter mbah Sujiwo Tejo. Dari akun Twitter @sudjiwotedjo itulah beliau sering ngomongin hal-hal yang berkaitan dengan matematika. Belakangan saya baru tau ternyata beliau sempat kuliah matematika di ITB walaupun tidak ditamatkan.

Matematika adalah ilmu untuk melatih konsistensi logika, melatih cara berpikir agar konsisten.

Matematika bukanlah merupakan ilmu kepastian, matematika adalah tentang kesepakatan.

Matematika merupakan kemampuan menangkap pola dari sesuatu yang semula tak berpola.

Matematika adalah orkestrasi konsep-konsep, dan musik adalah matematika yang berbunyi.

Itu adalah pemahaman-pemahaman beliau mengenai matematika. Saya suka sekali dengan pemahaman beliau itu. Kalau temen-temen ingin melihat penjelasan mbah Sujiwo tentang matematika lebih lengakap, monggo tengok saja video dibawah.

Ah, saya rindu belajar matematika yang seperti jaman SMP dulu. Dimana saat itu matematika selalu asyik untuk dipelajari. Saya mengutip kata-kata mbah Sujiwo (yang mengutip kata-kata Bertrand Russel) dalam video di atas:Β “Matematika itu indah, indahnya indah yang dingin. Tidak seperti puisi yang indahnya meledak-ledak.”

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: