Setelah Dirumahkan 1 Tahun, Akhirnya Masuk Kantor Juga!

Shock. Hal pertama yang saya rasakan saat membuka map putih yang saya terima pada Jumat, 27 September itu. Berkali-kali saya baca kota tujuan saya magang yang tertera di surat tugas itu, ternyata tulisannya tidak berubah juga. Pikiran saya langsung terbang membayangkan besar atau tidakkah kota itu, bagaimana kehidupan sosial masyarakat disana, berapa biaya hidup disana, dan lain-lain termasuk juga jaraknya yang cukup jauh dari rumah saya di Palembang.

Balikpapan. Itulah kota tempat saya bertugas untuk pertama kali. Tepatnya di Kantor Pengawasan dan Pelayangan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan. Sungguh sangat jauh dari perkiraan saya. Berdasarkan track record 2 angkatan di atas saya semuanya magang di Jakarta. Kalau tidak salah paling jauh di Bekasi. Untuk angkatan saya ini malah langsung disebar ke banyak kota. Apa boleh buat. Sebagai (calon) pegawai baru nggak ada yang bisa dilakukan selain mencoba menerima dengan ikhlas. Tangis serta harapan agar menjadi yang lebih baik mengiringi perpisahan saya dan teman-teman seangkatan di halaman kolam renang Bojana Tirta malam itu.

3 hari waktu yang diberikan untuk persiapan terasa kurang. Hari Jumat malam itu saya begadang sampai malem untuk packing karena besok siangnya mampir dulu ke rumah abang saya buat pamitan. Saya dan teman-teman senasib (Adit, Anton, Chris, Raja) berencana untuk berangkat hari Minggu, jadi kami punya 1 hari lagi untuk bersiap-siap dan melihat kondisi di kota baru kami itu sebelum masuk kantor pada hari Selasa.

Singkat cerita, tibalah kami di Balikpapan. Pertama kali turun dari pesawat, udara panasnya Balikpapan berasa sekali di kulit. Karena lebih dekat garis khatulistiwa kali ya. Meskipun begitu, saya sempatkan foto-foto dulu di bandara dengan background tulisan Sepinggan Balikpapan. Di luar kami dijemput oleh senior kami mas Fefe dan mas Fikri. Kami langsung menuju kosan yang dicarikan oleh senior kami itu. Sebelumnya kami mampir dulu melihat kantor KPPBC TMP B Balikpapan yang terletak di dekat pelabuhan Semayang. Setelah itu kami menuju kosan hanya untuk menaruh barang-barang sebelum langsung diajak ke Lotte Mart untuk membeli perabotan kosan.

Malam harinya, kami untuk pertama kali mencoba makanan Balikpapan. Saya makan mie rebus, si Chris dan Adit makan nasi goreng. Saya sudah denger cerita temen kalo biaya hidup di Balikpapan mahal, tapi tetep saja ngerasa nyesek pas bayarnya. Harga mie rebus 12 ribu, sama dengan nasi goreng. Begitu juga ketika kami makan di rumah makan esoknya, harga untuk menu nasi+sayur+telur+tambahannya berkisar 13-17 ribu. Sepertinya pilihan untuk OCD yang melewatkan jam sarapan bisa dipertimbangkan ya. Haha.

Meskipun begitu saya sangat semangat menunggu hari Selasa besok yang merupakan hari pertama kami magang di kantor. Hari yang sudah kami tunggu lebih kurang 1 tahun lamanya. Saya cuma bisa berharap semoga orang-orang di kantor ramah dan nggak doyan menyiksa anak baru. Amin.

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: