Monthly Archives: October 2013

Bea Cukai: 101

“Yo, kamu Bea Cukai kan? Bisalah ya nanti kalo ada barang selundupan!”

“Yo, nanti kalo ada yang murah-murah jangan lupa temen ya!”

Pertanyaan-pertanyaan setipe itu sudah sering banget saya denger. Mulai dari pertama kali pengumuman lulus STAN udah banyak yang nanya-nanya kayak gitu. Dan saya cuma bisa ketawa garing aja. Walaupun dalam hati udah misuh-misuh*.

Kalau boleh menggenalisir, ini artinya di masyarakat umum citra Bea Cukai masih nggak terlalu baik. Tugas siapakah untuk memperbaikinya? Ya tugas setiap orang di dalam instansi tersebut. Mulai dari atas sampe ke bawah bertanggungjawab untuk mengharumkan nama Bea Cukai, instansi tempat mereka bekerja. Termasuk saya sendiri.

Saya inget kata-kata Pak Kepala KPPBC Balikpapan, yang di suatu pagi ngumpulin saya dan temen-temen magang untuk diberi petuah. Kurang lebih kata-katanya seperti ini: “Hidup ini menjadi bermartabat kalau orang-orang di sekeliling kita menghormati kita. Kalau orang-orang terdekat kita udah nggak respect dan bahkan mencibir kita, hidup ini nggak ada gunanya lagi.” Beliau bahkan mencontohkan seorang pejabat Bea Cukai yang bunuh diri karena ketahuan korupsi.

Saya setuju sekali dengan kata-kata beliau. Hidup ini cuma sekali, sudah seharusnya dijalani dengan sebaik-baiknya bersama orang-orang terdekat. Semoga ke depan biar pun tantangannya berat, saya dapat menjadi seorang petugas Bea Cukai bisa hidup damai bersama keluarga. Tanpa rasa was-was karena diburu PPATK, KPK, atau otoritas penegakan hukum lainnya. Amin.

Demikianlah tulisan saya kali ini. Untuk acara selanjutnya kita saksikan sebuah video klip penyemangat jiwa raga para pegawai baru seperti saya dari seorang penyanyi cantik, Dilla Oxella.

*ngedumel

Advertisements

#OjoSambat

Ojo sambat adalah istilah bahasa Jawa yang akhir-akihir ini lagi jadi trending di kalangan saya. Secara harafiah artinya dalam bahasa Indonesia adalah jangan mengeluh.

Dalam hidup ini nggak semuanya akan sesuai dengan keinginan kita. Kecuali kamu adalah Tony Stark yang pintar, ganteng, dan kaya raya, maka sepanjang hidup kita mungkin akan banyak menghela napas karena banyak hal yang kita inginkan di dunia ini nggak akan pernah tercapai.

Kalau sudah begitu kita tinggal pilih, apakah kita mau mengeluh dan menyalahkan orang lain akan keadaan kita, atau mau berjuang dan mencoba meraih yang kita inginkan tanpa ada garansi akan tercapai.

Saya banyak merenung belakangan ini mengenai banyak hal. Intinya, setiap hal yang terjadi dalam hidup ini, kalau nggak bisa kita ubah ya lebih baik berusaha melapangkan dada dan menerimanya. Menurut saya bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang adalah pilihan terbaik. Kita masih dikasih hidup sehat sama Tuhan YME, ya bersyukur. Kita masih punya orang tua yang bisa dikunjungi di hari libur nanti, ya bersyukur. Masih bisa dapet pekerjaan yang banyakan nganggurnya, ya bersyukur. Masih bisa makan walaupun biaya makannya lebih mahal dari di rumah, ya bersyukur.

Well, it’s hard but it’s worth to try. Dan terakhir, #OjoSambat!