Bangkirai!

Pagi ini aku bangun lumayan cepet, jam 6 pagi. Padahal Sabtu. Berhubung mau dimeremin lagi nggak juga berhasil, akhirnya aku buka laptop buat nonton film. Rencananya mau maraton nonton film sampe siang seperti weekend-weekend biasanya. Tapi sekitar jam 9 si Adit buka pintu kamar, nanyain aku mau ikut ke Bangkirai atau tidak. Aku sempet mikir sebentar sebelum akhirnya kujawab iya.

Singkat cerita akhirnya aku, Adit, Chris, plus temen-temen D1 berjumlah 11 orang dan 1 orang senior kami, Mas Lili, berangkat menuju Bukit Bangkirai dengan 2 mobil. 2 orang temen satu kostku nggak ikut. Si Raja ada kerjaan, sementara si Anton lebih memilih menghabiskan weekendnya dengan tidur seharian.

Menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 58 km dari kota Balikpapan, akhirnya kami sampai di Bukit Bangkirai sekitar jam 1 siang. Jarak tempuh yang lumayan jauh, naik turun, dan berliku-liku membuat badan ini udah capek duluan. Kami makan siang dulu biar badan ini bertenaga dan nggak pingsan di tengah jalan. Pas lagi asik-asik makan ternyata hujan turun. Untungnya nggak begitu lama. Selesai makan kami pun memulai perjalanan kami. Tujuan kami adalah Canopy Bridge yang merupakan jembatan dari kawat dan tali yang digantung di atas pohon Bangkirai. Tinggi jembatan dari permukaan tanah sekitar 30 meter. Dan saya, nggak tau tentang itu semua sampai tiba di tempatnya itu soalnya si mas senior yang ngajak kami ke sana nggak mau cerita. Dan satu lagi yang nggak diceritakannya adalah bahwa kami harus berjalan kaki sekitar 1 km menuju Canopy Bridge. Banyak di antara temen-temen yang salah kostum. Untungnya saya nggak. Huehehehe.

010102010104

Hawa sejuk daerah perbukitan, ditambah hujan yang baru reda menjadikan udara begitu sedap dihirup. Jalan kaki 1 km pun jadi kayak 100 m aja. Sesampainya di Canopy Bridge, saya yang begitu bersemengat langsung berlari di tangga menuju ke atas. Saya tidak sabar melihat dan berjalan di atas jembatan gantung itu. Tapi semua berubah begitu negara api menyerang! Sesampainya di atas kaki saya langsung lemes. Melihat tanah yang begitu jauh jaraknya membuat jantung saya berdebar kencang. Saya lihat beberapa teman sudah ada yang berjalan di jembatan dan berhasil. Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk ikut mencoba. Langkah pertama ke atas jembatan, kaki saya bertambah lemas 50%. Langkah berikutnya, bertambah lemas lagi 50% dari yang sisa 50% sebelumnya. Begitu terus sampai akhirnya saya sampai di sisi jembatan yang satunya. Sesampainya di pos seberang, saya langsung mengepalkan tangan sambil berteriak “yeah!”. Wah, rasa bangganya melebihi nyetak gol kalo main putsal.🙂

010101 010103

Total ada 4 buah jembatan gantung yang menghubungkan 5 buah pohon Bangkirai dengan total panjang jembatan adalah 64 meter. Seya coba semua keempat jembatan itu. Tapi makin lama dicoba, tingkat kelemasan kaki nggak berkurang sama sekali. Setelah puas berpoto-poto ria di atas pohon, kami pun turun. Jam menunjukkan pukul 3 sore ketika kami mulai jalan kaki menuju gerbang depan tempat start tadi. Di perjalanan pulang kami melewati sebuah kebun anggrek. Sayangnya tanaman anggrek itu lagi nggak berbunga. Nggak jelas juga apakah masih hidup atau sudah mati. Ahh, suatu kesialan menurut saya gagal melihat warna-warni bunga anggrek bermekaran.

010105

Senang sekali bisa jalan-jalan ke Bukit Bangkirai. Sudah lama sejak pertama kali saya hiking melintas perbukitan. Terkahir pas dulu SD ikut Pramuka. Makasihlah pokoknya buat yang ngajak, senior saya Mas Lili. Semoga kapan-kapan bisa balik lagi ke tempat ini. Amin.

Credit foto: @PrabowoAdityo

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: