Italia Punya Pizza, Palembang Punya Pempek

“Sudahkah Anda ngirup cuko hari ini?”

Siapa sih yang tidak mengenal pempek? Menurut saya makanan khas asal Palembang ini sangat populer dan banyak penggemarnya. Pria-wanita, tua-muda, tinggal di kota atau pun di desa, tidak ada yang membatasi setiap orang untuk menikmati makanan dengan bahan dasar ikan dan tepung ini. Meskipun ada beberapa orang yang alergi terhadap ikan, tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan menyukai pempek. Saya punya beberapa teman yang tidak makan ikan karena tidak tahan dengan rasa amisnya, tapi ketika di hadapkan dengan pempek yang masih hangat dengan asap yang mengepul-ngepul, tanpa pikir panjang pasti langsung disikat. Hahaha.

Ada berbagai macam jenis pempek. Ibarat mobil Daihatsu yang terdiri dari berbagai macam model seperti: Xenia, Luxio, Taruna, Altis, Grand Max, dan lain sebagainya, pempek pun juga demikian. Jenis-jenis pempek tersebut antara lain:

  • Pempek Kapal Selam, pempek berukuran raksasa dengan isi telur di dalamnya;
  • Pempek Telur Kecil, pempek berukuran normal yang juga berisikan telur di dalam;
  • Pempek Lenjer, pempek yang berbentuk silinder seperti sosis;
  • Pempek Keriting, pempek yang dibuat dengan alat khusus sehingga adonan pempek menjadi seperti mie sebelum digoreng;
  • Pempek Pistel, pempek yang berisi salah satu dari: daun pepaya, bihun, atau sayuran lain;
  • Pempek Kulit, pempek yang dibuat dengan mencampur adonan pempek dengan kulit ikan.

Selain yang disebut di atas, ada juga beberapa jenis makanan turunan pempek, antara lain:

  • Pempek Lenggang, pempek yang dibuat dari pempek-pempek yang diiris kecil dan disatukan lagi dengan adonan telur;
  • Tekwan, adonan pempek yang diiris-iris dan disiram dengan kuah khusus tekwan;
  • Model, adonan pempek yang diiris-iris dan disiram dengan kuah khusus model.

Dari jenis-jenis pempek di atas, yang jadi favorit saya adalah pempek kulit. Saya lebih suka pempek kulit karena rasa ikannya lebih kuat. Meskipun teksturnya lebih keras dari jenis pempek lainnya tak jadi masalah. Apakah para pembaca juga punya pempek jagoannya sendiri? Silakan tulis di komen ya!๐Ÿ™‚

pempek 2

Resep membuat pempek sesungguhnya sudah banyak beredar di internet. Tapi agar tidak merepotkan kita mencari di Google lagi, dalam tulisan ini akan sekalian saya buat resepnya berdasarkan resep yang juga saya dapatkan dari internet. Hehehehe.

Bahan-bahan:

  • 25 gr tepung terigu;
  • 400 gr tepung tapioka/kanji;
  • 500 gr daging ikan tenggiri atau bisa juga ikan gabus;
  • 1 butir telur ayam, kocok lepas;
  • 4 siung bawang putih;
  • 1 sdm garam;
  • 1 sdm gula pasir;
  • 1 sdm minyak goreng;
  • 100 cc air.

Cara membuat:

  1. Campur tepung terigu, bawang putih, garam, dan gula pasir serta minyak goreng. Masak hingga mengental. Setalah itu masukan ke dalam lemari es.
  2. Campur ikan yang sudah dihaluskan dengan air dan telur kocok. Aduk-aduk dengan tangan hingga rata.
  3. Ambil adonan tepung terigu dari lemari es, kemudian campurkan dengan adonan ikan. Aduk-aduk dengan tangan hingga rata. Sambil mengaduk tambahkan tepung tapioka secara bertahap. Sedikit demi sedikit. Bila adonan mengeras tambahkan sedikit air.
  4. Adonan siap dibentuk sesuai selera (kapal selam, lenjer, dll). Jika dirasa adonan terlalu lengket, lumuri tangan dengan tepung tapioka agar lebih mudah saat membentuk adonan.
  5. Masukkan pempek yang sudah di bentuk kedalam air mendidih, tambahkan sedikit minyak goreng agar pempek tidak lengket.

Gampang bukan? Nah berikut resep untuk membuat kuah cukonya:

Bahan-bahan:

  • 650 ml air;
  • 150 gram gula merah/gula aren, iris halus;
  • 50 gram asam jawa.

Bumbu dihaluskan:

  • 20 cabe rawit;
  • 4 siung bawang putih;
  • 2 sdm tongcai;
  • 2 sdm ebi, rendam air panas hingga lunak, tiriskan dan haluskan.

Cara membuat:

  • Didihkan air diatas api sedang, masukkan gula merah, asam jawa. Setelah gula larut, kemudian masukkan bumbu halus, masak hingga tidak berbau langu, angkat.

img_2652

Apabila membuat pempek sendiri terasa begitu berat, kita bisa langsung datang ke kota kelahirannya di Pelembang. Dimana ratusan tahun yang lalu seorang keturunan China menjual pempek yang pertama disana. Disana, di Palembang, pempek dijual dimana saja: di emperan pinggir jalan, di atas sepeda onthel, di atas sepeda motor, di atas perahu yang mengapung di sungai Musi, hingga ke tempat-tempat makan yang berkelas. Kita tidak akan pernah kehabisan stok pempek disana.

Tapi seperti kata pepatah, segala sesuatu tidak baik kalau berlebihan. Mengonsumsi kulinerย ini terlalu sering juga dapat berefek tidak baik terhadap kesehatan. Terutama bagi para pembaca yang memiliki gangguan lambung. Hal ini dikarenakan asam cuka yang terkandung dalam cuko dapat berpengaruh buruk bagi lambung yang kosong.ย Jadi saya sarankan untuk makan makanan berat lain seperti nasi sebelum memakan pempek, terutama untuk para pembaca yang memiliki masalah dengan lambung. Oke? Sekian tulisan ini saya kali ini, saya mau cari abang-abang jualan pempek dulu untuk melampiaskan nafsu makan pempek yang terlanjur naik ini.

Tetap sehat dan tetap semangat!๐Ÿ™‚

“Sudahkah Anda ngirup cuko hari ini?” adalah suatu slogan, suatu jargon, suatu seruan semangat masyarakat Palembang untuk terus makan pempek yang diplesetkan dengan menghirup cuko.

followdaihatsuindcapture2capture3

dai3

ย 

Tagged: , , , , , , , , , ,

5 thoughts on “Italia Punya Pizza, Palembang Punya Pempek

  1. julia January 8, 2014 at 10:10 am Reply

    Men kato aq nka pempek jenis apo bae lemak galoooo…
    Becuko dak becuko lemak galo.
    Haha..

    • haraluas January 8, 2014 at 3:29 pm Reply

      Kalo disajiken depan rai, sikat tu lah. Haha.

  2. tommy January 8, 2014 at 3:17 pm Reply

    Pempek bulat dong…ada irisan bawang merah plus santan di adonannya yang kalau digoreng jadi harum dan gurih banget. Muuaaantaaab banget rasanya!!!
    Pada dasarnya semua pempek enak, tp itu yang menjadi favorit saya.

    • haraluas January 8, 2014 at 4:06 pm Reply

      Setuju! Pada dasarnya semua jenis pempek itu emang enak. :9

  3. pgondok January 17, 2014 at 4:12 am Reply

    Terimakasih atas informasi yang saudara berikan semoga bermanfaat bagi sesama amin.. salam sehat.. http://bit.ly/19ycJlq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: