Catur Itu….

Kekalahan itu adalah sesuatu yang nggak enak. Dan kemenangan, dalam kondisi dan situasi tertentu, juga bisa menjadi sesuatu yang nggak enak. Barusan saja saya mengalaminya.

Jadi ceritanya saya ikut lomba catur antar kantor dalam rangka memeriahkan Hari Oeang Republik Indonesia. Saya tergabung dalam tim kantor yang terdiri dari 3 orang. Di partai terakhir grup, tim saya melawan tim Pajak Penajam yang anggotanya terdiri dari teman-teman sebaya kami. Berbeda dengan musuh-musuh kami sebelumnya yang terdiri dari bapak-bapak semua. Ada kemungkinan untuk bisa meraih kemenangan 3-0. Kemenangan 3-0 kemungkinan akan membawa kami lolos dari grup yang terdiri dari 5 tim termasuk kami. Kemungkinan itu cukup kecil karena masih harus melihat hasil dari tim lain juga.

Pertandingan dimulai dengan sebelumnya dilakukan suit untuk menentukan pemegang bidak putih dan hitam. Karena kalah suit, kami mendapat bidak hitam-putih-hitam. Belum mulai pemain musuh sudah memulai mind game dengan mengatakan bahwa dia tidak jago main catur. Saya berusaha menanggapi dengan santai saja agar tidak terlihat kaku. Haha.

Pertandingan berjalan dengan penuh obrolan dan penuh canda. Seperti bukan pertandingan caturlah. Saya sempet terkecoh oleh musuh yang mengajak saya ngobrol, sehingga saya jadi salah langkah yang mengakibatkan saya kehilangan menteri saya. Namun saya menyerang balik, dan dengan sedikit keberuntungan menteri musuh juga bisa saya makan. Huft. Di papan sebelah, tanpa diduga ternyata kemenangan berhasil diraih dua teman saya sehingga skor menjadi 2-0. Penentuan kini ada di saya. Jika saya menang, skor menjadi 3-0 dan peluang lolos ke babak selajutnya terbuka lebar. Sampai di akhir permainan, keadaannya adalah musuh tinggal punya 2 pion dan raja. Sedangkan saya punya 2 gajah, 2 benteng, raja, dan banyak pion. Kemenangan sepertinya sudah di depan mata. Saya harusnya bisa menghabiskan musuh tanpa masalah. Tapi yang terjadi adalah… remis. Di luar dugaan saya gagal menghabisi musuh.😥

Memang, tim kami menang 2,5-0,5. Tapi seandainya bisa menang 3-0 akan lebih besar peluang lolosnya. Setelah selesai pertandingan baru diketahui kalau kemenangan saya ternyata masih bisa membuat poin kami sama dengan tim runner-up. Dan kemungkinan untuk lolos (yang lolos ke babak selanjutnya adalah juara dan runner-up grup) sebenarnya masih tetap ada sampai akhir. Makin tambah kecewa.😥

IMG_2322-0.JPG

Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini adalah bahwa merasa menang dan merasa kalah itu sama-sama tidak baik. Kita harus terus fight hingga pertandingan berakhir dengan segala kemampuan yang kita punya. Di detik-detik akhir pertandingan “mungkin” saya merasa bakal segera menang sehingga terburu-buru. Akibatnya malah gagal menang. Ibarat permainan sepak bola, seharusnya sebelum peluit akhir berbunyi segala kemungkinan masih bisa terjadi. Seharusnya sih.

Ah, kalo diingat-ingat bodoh bangetlah saya malam itu. Ayo, kita main catur lagi!

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: