Hari #2: Online Shopping

Semua pasti pernah belanja online sedikitnya satu kali selama hidupnya. Tentunya kalian para pembaca juga pernah. Fenomena belanja online itu emang lagi in di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari makin ramainya situs baru di internet yang menjual barang yang makin beraneka ragam.

Saya termasuk orang yang senang belanja online. Beberapa barang sudah saya beli dari toko-toko di awan sana, antara lain: laptop, handphone, jam tangan, tshirt, cd, dan sebagainya. Yang saya suka dari belanja online adalah hemat waktu dan tenaga. Nggak perlu lagi itu nyalain motor buat ke mall atau toko untuk membeli dan kemudian membayar dengan cash. Kini dengan layar laptop atau handphone kita sudah bisa mencari barang yang diperlukan. Dan membayarnya pun lebih mudah karena bisa menggunakan metode transfer.

Tapi pengalaman belanja online tidak selamanya mulus. Saya juga pernah mengalami kesialan saat belanja online. Kalau diingat-ingat sampe sekarang saya masih suka misuh-misuh sendiri. Hahaha.

Source: Google

Sumber: Google

Terdapat beberapa kejanggalan dari transaksi saya waktu itu yang saya acuhkan dan baru kepikiran belakangan. Pertama, proses nego barang yang sepertinya terlalu cepat. Penjual langsung setuju saja saat saya tawar harga yang lumayan jauh dari harga jual dia. Kedua, penjual mengaku berada di kota yang berbeda dengan yang tercantum di akunnya di situs. Yang mana karena itu dia menawarkan untuk mengirim barang itu ke kota saya. Saya biasanya tidak terlalu suka kirim-kirim barang karena belum tentu jelas nanti bagaimana bentuk barangnya. Kecuali bertransaksi dengan toko barang online yang sudah bernama, saya biasanya lebih memilih metode COD (cash on delivery). Namun kali ini nggak tau kenapa saya setuju saja untuk kirim-kirim dengan orang (bukan toko online yang sudah bernama), yang tentu saja memiliki resiko yang besar. Ketiga, si penjual meminta kepada biaya tambahan nggak jelas yang mana dengan bantuan penjelasan β€œso-called” orang JNE (kemungkinan komplotannya) menjadi makin nggak jelas. Tapi tetap aja saya setorkan juga uangnya.

Kejanggalan-kejanggalan di atas sudah banyak saya baca terjadi di internet. Namun entah kenapa meskipun sudah tau jenis-jenis modus penipuan tersebut kok saya masih bisa kena ya? Sampai sekarang kadang saya suka merasa tolol sendiri dan nggak berani lagi menghadapi dunia. *apasih*

Tapi bagaimana pun, pengalaman tentu adalah guru yang paling berharga. Sepertinya normal lah ya, sebagai manusia sekali-kali keliru dan berkelakuan tolol. Biarlah pengalaman ini jadi pengingat saya dan juga para pembaca sekalian agar berperilaku cerdas di masa mendatang. Yang jelas belanja online adalah suatu produk dari perkembangan jaman yang semakin modern. Sah-sah saja untuk dilakukan. Asal dengan cerdas dan hati-hati dan waspada dan tidak terburu-buru dan tidak tergesa-gesa dan sebagainya itulah.πŸ™‚

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda para pembaca. Salam.

 

NB: Saya masih belum dapat kata serapan yang tepat untuk “belanja online”, jadi maafkan kalau penggunaan kata tersebut kurang berkenan. Masukan sangat diterima.πŸ™‚

Tagged: , , , ,

3 thoughts on “Hari #2: Online Shopping

  1. randyardhani April 7, 2015 at 4:34 pm Reply

    Untung aku dak pernah ketipu.
    Paling ketipu barang palsu bae, yg jual omong barang ori padahal kw hahaa

    • haraluas April 7, 2015 at 11:40 pm Reply

      Haha. Samo bae ketipu jugo itu. :))

  2. randyardhani April 8, 2015 at 12:46 am Reply

    Tp kan idak ilang samo skali duitπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: