Hari #5: Hapeless

Hapeless

Jaman sekarang adalah jaman dimana hape adalah suatu kebutuhan pokok. Hape sekarang bersanding dengan makanan, pakaian, dan rumah sebagai kebutuhan primer manusia. Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri sering, saking asiknya main hape saya, sampai lupa makan. Haha. Mungkin ada juga teman-teman yang seperti itu?

Sebenarnya apa sih yang membuat kita sulit meninggalkan hape? Yang pertama jelas kebutuhan membuka media sosial. Mereka yang pecandu media sosial tentu tidak tahan untuk tidak membuka media sosialnya barang satu hari saja. Entah itu Path, Twitter, Facebook, Instagram, dan lain-lain. Akan ada yang kurang lengkap dalam hidupnya jika belum posting sesuatu di sosial media atau pun hanya sekedar mengecek update-an teman, berkomentar dan nge-like (sayangnya fitur dislike masih belum tersedia, ya?). Yang kedua tentu aplikasi chatting termasuk sms dan juga telepon. Sudah jelas ya, selain untuk berhura-hura di media sosial, hape ya tujuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain. Terutama yang punya pacar atau suami/istri. Tentu akan menimbulkan masalah jika tidak memberikan kabar dalam waktu yang cukup lama (kata lama disini relatif ya, bisa sejam bisa seharian tergantung keluarga masing-masing). Bukan berarti yang joms gak ada yang nyariin juga sih. Bos, atau rekan kerja, atau orang tua kan bisa saja membutuhkan kabar-kabari. Selain itu, beberapa orang juga sepertinya sulit meninggalkan hape karena kecanduan game. Clash of Clans (COC) adalah salah satu contoh game yang sulit untuk ditinggalkan oleh mereka yang sudah kecanduan.

Dengan besarnya pengaruh hape pada hidup kita, tentu sulit untuk menjauhkan tangan dari hape. Kecuali ketinggalan atau kehilangan atau kelupaan, orang biasanya nggak bakal lama-lama pisah dari hape. Saya sendiri baru kemarin mengalami seharian. Karena berangkat ke kantor terburu-buru dan sampe kantor juga ternyata telat hape saya ketinggalan di rumah. Sungguh rasanya “separuh jiwaku pergi”-lah. *backsound lagu Anang Hijau*

Tapi sebenarnya ketinggalan hape bukan merupakan sesuatu yang buruk loh. Iya, memang saya jadi was-was karena takut ada panggilan atau kabar penting yang masuk. Tapi selain itu sebenarnya saya merasa menjadi cukup bebas. Di kantor biasanya banyak waktu saya habiskan untuk mengecek media-media sosial, serta yang lain-lain yang nggak penting. Itu merupakan sesuatu yang reflek. Tau-tau udah buka hape saja. Tapi kemarin, saya merasa bebas. Tidak harus terbelenggu dengan hape. Saya jadi bisa fokus mikirin kerjaan (ceilahh..), bisa baca-baca buku, bisa browsing-browsing, dan lain sebagainya. Mungkin teman-teman bisa coba sendiri seharian nggak bawa hape. Seru loh.🙂

 

(Ah, lagi-lagi telat posting. Maaf ya manteman..)

 

 

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: