Hari #9: Grogot

Satu setengah tahun dan akhirnya kesampaian juga menginjakkan kaki ke Tanah Grogot. Satu setengah tahun sejak pertama kali mendengar nama Grogot, tempat yang bikin penasaran ada apa sebenernya di sana.

Dan ternyata tidak banyak yang ada di sana. Biasa saja. Saya aja yang dulu heboh sendiri. Huft.

Jadi kemarin ceritanya saya kesampaian juga ke Grogot. Saya sampai kantor pukul 06.35 WITA untuk berangkat bersama rombongan. Jadwal yang disepakati kemarin adalah pukul 06.30 WITA sudah siap berangkat. Dan bos-bos ternyata udah datang dan standby semua. Jadilah saya malu sendiri. Haha. Ha.😦

Perjalanan dimulai dengan naik speedboat dari pelabuhan Semayang. Tidak sampai 10 menit, kami sudah sampai di seberang, di pelabuhan Penajam. Setelah sarapan coto Makassar, kami mulai perjalanan darat menuju Grogot. Tujuan kami adalah pabrik batubara milik PT. Kideco Jaya Agung. Kunjungan kali ini adalah dalam rangka Customs Visits Customer, yaitu sebuah acara yang diadakan oleh Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC TMP B Balikpapan. Tujuan dari acara tersebut adalah untuk menyelenggarakan fungsi penyuluhan di bidang kepabeanan dan cukai terutama dalam kaitannya dengan peraturan terbaru mengenai L/C (Letter of Credit).

Perjalanan ditempuh selama lebih kurang 3 jam melewati jalan yang berlubang dan berkelok-kelok. Mirip dengan jalur lintas Sumatera dulu sebelum diperbaiki. Pukul 10.00 WITA akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Sampai di sana kami istirahat dan ngobrol-ngobrol sebentar dengan tuan rumah. Setelah itu acara inti dimulai dengan penyampaian presentasi oleh bapak-bapak PLI dan ditanggapi dengan beberapa pertanyaan dari pihak Kideco. Acara berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 13.00 WITA. Setelah itu kami melanjutkan kegiatan ke kota Grogot untuk sosialisasi pita cukai di pasar yang ada di sana.

Kesan mengenai kota Grogot adalah kota tersebut ternyata adalah kota yang panas dan gersang. Matahari begitu terik dan udara begitu kering. Akibat dari tempat yang jauh dari perairan mungkin. Selain itu satu hal yang unik dari Grogot adalah tema kota yang mengambil warna ungu. Mulai dari bangungan pemerintahan, mesjid, hotel, pagar, marka jalan, patung, dan banyak bangunan lainnya dicat warna ungu. Ekstrim sekali ya. Ini mengingatkan saya akan gubernur Sumatera Selatan yang dulu yang juga pecinta warna ungu. Waktu kampenye, tim suksesnya menamakan diri relawan ungu. Untung tidak begitu ekstrim seperti bos Grogot, sehingga warna jembatan ampera tidak diubah ungu juga. Hehe.

Tagged: , , ,

2 thoughts on “Hari #9: Grogot

  1. jamilramadani June 19, 2015 at 3:17 am Reply

    Wah uda banyak aja tulisan kau io,.. aku uda lama gk nulis nih..

    • haraluas August 14, 2015 at 6:28 am Reply

      Mau nyombong ya, Mil? Mentang-mentang sibuk persiapan nikah… 😏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: