Oh How I Miss Arsenal

Sudah hampir 2 bulan berlalu semenjak terakhir kali menyaksikan Arsenal. Udah kangen juga ini pengen ngerasain lagi sensasi “deg-deg-ser” yang cuma bisa dirasakan pas nonton Arsenal. Sejatinya kekangenan ini bisa terobati beberapa hari lagi, asal bisa menang kuis di Twitter.😀

Di waktu off-season seperti ini, topik paling hangat untuk diikuti adalah mengenai bursa transfer. Oh dan release jersey terbaru juga sebenernya. Sedikit mengomentari jersey kandang Arsenal teranyar: blaaargghhh. Warna putihnya terlalu banyak: putih di bagian lengan oke, tapi di pundak dan ketek? Sepertinya udah kebanyakan. Tapi ada satu komentar dari pemain yang agak bikin lega: Wellbeck bilang bajunya semakin nyaman karena nggak seketat musim lalu. Kalo dengan baju ketat yang kurang nyaman aja sudah bisa bikin trofi FA Cup tetap di Emirates, siapa tahu musim depan dengan jersey yang makin nyaman bisa dapet pialanya lebih banyak. Siapa tau?😀

Well, balik lagi ke topik mengenai bursa transfer. Satu orang sudah dipastikan merapat ke Emirates Stadium: Petr Cech. Menurut pendapat pribadi ane, kepindahan Cech dari Chelsea ke Arsenal sepertinya kurang perlu. Di Arsenal masih ada David Ospina sebagai kiper nomor satu. Dialah yang bikin Messi sempat mau mati kemarin. Belum ditambah fakta bahwa sepanjang musim lalu penampilannya cukup oke dan konsisten. Ospina, yang direkrut dari Nice bahkan mencetak beberapa clean sheet yang membuat rasio kebobolan per menit miliknya cukup rendah.


Tapi nasi sudah menjadi bubur. Tidak mungkin Wenger membeli Cech untuk menjadi pelapis Ospina. Cech akan menjadi kiper pertama Arsenal dan kemungkinan besar Ospina akan tergusur. Dari sudut pandang yang lain, kedatangan Cech tentu membawa angin segar bagi Arsenal. Sudah lama semenjak Arsenal memiliki kiper gaek nan ciamik di bawah mistar. Pengalamannya menggondol beberapa major trophy bersama Chelsea tentu cukup untuk mendorong para pemain Arsenal melakukan beberapa penggondolan serupa.


Kedatangan Cech jelas membuat Mou merana, yang mana saya senang karenanya, dan membuat tim menjadi makin menjanjikan tahun ini. Satu faktor tersisa yang membuat skuad menjanjikan ini belum bisa berbicara banyak di EPL dan Eropa adalah masalah cedera. Entah di awal musim, pertengahan, atau pun penghujung musim, ada saja beberapa pemain kunci yang menepi karena masalah ini. Asal masalah yang nggak penting ini bisa diatasi, skuad menjanjikan Arsene ini tentu bisa berbicara lebih banyak di tiap kompetisi yang diikuti.

Satu hal lagi yang harus Arsenal lakukan untuk tampil menakutkan di musim depan adalah membeli penyerang kelas wahid. Giroud merupakan pemain cukup bagus untuk menjalankan role no. 9. Tapi itu saja. Tipikalnya yang merupakan eksekutor bola-bola matang dan holding-up player tidak terlalu cocok dipraktekkan di EPL. Arsenal butuh penyerang yang liar, yang powerful, yang dapat mencetak 30 gol di liga dalam satu musim. (Sialnya orang terakhir yang dapat melakukannya berkhianat ke klub Setan dan sekarang malah hampir pasti merapat ke Fenerbahce). Welbeck sejatinya cukup bagus untuk dipercayakan berdiri sendirian di posisi ini. Atau kalau mau menjelajah ke klub-klub lain, ada Lewandowski, Benzema, Kane, Bale, atau yang paling anyar digosipkan, Di Maria. Come on, surprise us again, Mr. Wenger!

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: