Mengunjungi Atap Borneo – Kinabalu

Mendaki gunung di luar negeri sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh saya. Gunung-gunung dalam negeri saja belum tamat semua, kenapa harus ke luar negeri? Begitu pemikiran saya pada awalnya. Namun makin ke belakang pemikiran itu berubah. Mumpung ada waktu dan rejeki, kenapa tidak? Lagi pula yang mau dibikin khawatir masih sedikit, cuma orang tua doang. Hehehe.

Menjelajah Kota Kinabalu

Saya dan teman seperjalanan saya, Adit, tiba di Kota Kinabalu International Airports pada Selasa, 16 Agustus 2016, tengah malam. Dari bandara kami langsung mencari taxi ke hotel untuk beristirahat. Lumayan mahal juga rate taxi kalo tengah malam. Untuk jarak yang lumayan dekat (lebih kurang 5 km dari bandara) kami harus mengeluarkan uang yang kalau dirupiahkan bisa sampai 120 ribu. Sangat tidak disarankan menggunakan penerbangan malam ke sini.

Pagi harinya, 17 Agustus 2016 adalah hari kemerdekaan RI. Entah kenapa di sini nggak ada yang mengibarkan bendera. Ckckck. Parah banget. Pada hari ini kami berencana mengunjungi landmark-landmark Kota Kinabalu seperti: museum, art gallery, dan lain-lain. Setelah check-out dan sarapan, kami berjalan kaki mencari stasiun bus (atau bas dalam bahasa Malaysia). Cukup lama berjalan, akhirnya stasiun busnya… tidak ditemukan. Hahaha. Kami memutuskan lanjut berjalan kaki saja sampai ke tempat tujuan karena sepertinya sudah agak dekat.

muzium sabah

art gallery yang isinya kebanyakan lukisan

Lewat tengah hari kami pun mencari hotel tempat menginap malam ini. Setelah ketemu, kami langsung check-in dan istirahat sebentar. Baru setelah itu kami lanjutkan lagi menjelajahi kota.

atkinson tower

view kota kinabalu dari signal hill observatory

ntah patung ikan apa

Kinabalu Mountain

Kamis, 18 Agustus 2016, pukul 12:00 siang waktu setempat, kami sudah berada di Bas Stesen Padang Merdeka. Ini adalah tempat mangkal angkutan menuju ke Kinabalu Park, sebuah resort di kaki gunung Kinabalu yang dikelola Sutera Sanctuary Lounge. Lebih kurang 1 jam kami menunggu di terminal itu, karena mobil harus penuh supaya jalan. Perjalanan dari Padang Merdeka menuju Kinabalu Park memakan waktu lebih kurang 2 jam. Lumayan tidak terasa juga perjalanannya, karena saya tidur. Hehehe. Pukul 15:00 kami tiba di Kinabalu Park. Cukup ramai orang di sana, sepertinya mereka baru turun dari atas. Kami pun melakukan registrasi, dan setelah itu menuju ke penginapan yang sudah disediakan oleh pihak pengelola untuk kami.

Oh ya, sebelumnya pada saat registrasi kami ditawarkan untuk berbagi guide dengan rombongan pendaki lain. Berbagi guide jelas bukan pilihan yang sulit, karena berarti uang yang keluar lebih murah. Haha. Kami pun langsung setuju. Rombongan yang bergabung dengan kami terdiri dari 6 orang Malaysia, 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan, yaitu: Amad, Hazieq, Azreen, Kak Aien, Mariam, dan Fafad. I think it’s gonna be fun to have a trip with new friends.

Kami mulai mendaki pada esok harinya, 19 Agustus 2016. Setelah sarapan, kami berjumpa dengan rombongan teman-teman baru serta 2 orang guide kami yang saya lupa namanya. Pukul 9:00 kami sudah siap semua dan mulai jalan menggunakan angkutan mobil menuju ke Tampilahan Gate. Dari sinilah penderitaan itu dimulai. Perjalanan awal-awal saja sudah menyiksa. Treknya terus menanjak, sedikit sekali yang rata. Untungnya, jalannya sudah diperbagus dengan dipasang anak tangga. Untuk pemandangan di kiri-kanan tidak terlalu banyak sepertinya. Hanya pohon-pohon dan dinding batu. Serta tangga. 😌 Sekitar pukul 12:15 kami tiba di Pos Layang-layang dan berhenti untuk makan bekal yang kami bawa dari bawah tadi. Pos-pos yang kami jumpai sepanjang jalan saya kira cukup terawat, ada toilet dan airnya jalan, juga tidak banyak tulisan-tulisan vandalisme di sana. Pihak pengelola sepertinya benar-benar membelanjakan uang registrasi yang mahal itu dengan sangat baik. Setelah makan dan cukup istirahat, kami pun melanjutkan lagi perjalanan menaklukkan anak tangga yang seperti tidak habis-habisnya itu.

depan tampilahan gate

Pukul 15:30 saya tiba di Laban Rata, ada yang sudah tiba duluan, ada juga yang tiba belakangan dari saya. Si Adit so sweet sekali mau nungguin saya di lapangan sebelum masuk Laban Rata itu. 😘 Laban Rata adalah guest house/penginapan yang disediakan pengelola bagi para pendaki. Tidak mewah, tapi cukuplah untuk melindungi pendaki dari dinginnya udara gunung di kala malam. Di sana ada kasur, shower dengan air panas (yang (sepertinya) rusak), dan tempat makan presmanan alias all-you-can-eat. Fyeah!

Pukul 17:00 makan malam sudah disediakan. Kami turun dari kamar ke tempat makan di bawah untuk makan. Beres makan, kami briefing sebentar dengan guide kami membahas perjalanan tengah malam nanti dan segala persiapannya. Sekitar pukul 21:00 kami sudah tidur semua, kecuali Mariam yang bercerita belakangan kalau malam itu dia tidak tidur sama sekali. (Wow!)

Sabtu, 20 Agustus 2016, pukul 02:00 dini hari kami sudah siap di bawah untuk sarapan. Setelah cukup mengisi tenaga, kami pun memulai perjalanan ke puncak. Awalnya kami jalan berbaris dalam rombongan, namun lama-kelamaan terpisah juga. Di depan, grup Amad, Azreen, Adit, dan Mariam, serta satu orang guide kami sudah jauh nggak kelihatan; sedangkan di tengah saya sendirian, membaur dengan rombongan-rombongan lain; lalu di belakang grup Kak Aien, Haziq serta tunganannya Fafad, serta satu lagi bapak guide kami. Trek setelah batas vegetasi hutan adalah batu-batuan besar. Trek yang cukup enak saya kira, jika dibandingkan dengan gunung yang treknya kerikil atau pasir. Karena kalau trek batu keras tidak perlu terperosok setiap kali melangkah, sehingga bisa lebih hemat tenaga. Pos terakhir adalah Pos Sayat-sayat. Di sini para pendaki yang hendak melanjutkan perjalanan menuju puncak harus menunjukkan kartu tanda pengenal yang dibagikan pada saat registrasi di bawah kemarin. Pos ini menandakan bahwa pendaki sudah tinggal separuh jalan menuju puncak. Saya tiba Sayat-sayat sekitar pukul 03:50, dan tiba di Low’s Peak, titik tertinggi gunung Kinabalu pada pukul 06:10. Saat itu matahari sudah terbit di sebelah timur, menyapa kami dengan warna cerah yang hangat, bertukar shift dengan bulan dan bintang yang menemani kami semalaman, dan kabut malam yang bikin menggigil.

Puas menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang luar biasa, kami pun mulai turun. Pukul 09:00 kami tiba di Laban Rata dan langsung sarapan/makan siang. Beres makan kami langsung bersih-bersih kamar dan check-out pukul 10:00. Perjalanan turun ini ternyata sama saja menyakitkannya dengan waktu naik. Betis, paha depan, paha belakang, punggung, bahu, dan sebagian besar otot-otot yang lain sudah mencapai limit dan pada teriak-teriak minta ampun. Setelah 4 jam siksaan tiada henti akhirnya kami tiba di Tampilahan Gate dan langsung menuju ke Kinabalu Park. Sesampainya di Kinabalu Park rombongan kami pun harus rela berpisah. Teman-teman yang lain sudah mem-book angkutan mereka untuk malam nanti, sedang saya dan Adit masih harus mencari angkutan di depan menuju Kota Kinabalu. Karena kalau tidak cepat, bisa kehabisan angkutan kita.

Aaahh…. Terima kasih, Kinabalu. Suatu pengalaman yang menyenangkan bisa main-main ke sini. Semoga bisa bertemu lagi di lain waktu. Buat temen seperjalanan kali ini, Adit, makasih sudah bikin perjalanan jadi nggak jelas ya. Hahaha. Makasih juga buat temen-temen baru asal Malaysia, Amad, Hazieq, Azreen, Kak Aien, Mariam, dan Fafad. Kami beruntung bisa jalan bareng kalian. Tidak lupa makasih juga untuk Prayoga Dwigatama yang udah ngingetin untuk bikin tulisan ini. Akhir-akhir ini semangat nulis udah menurun drastis memang nih. Hehe. Sayang sekali kemaren dirimu gak ikut ke Kinabalu. Kayak ada yang kurang jadinya. Huft. Semangat kuliahnya.

Salam Lestari!

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: