2016 – Review

Tanpa terasa sudah tiba lagi kita di penghujung tahun. Sepertinya tidak ada salahnya untuk melihat kembali ke belakang apa-apa saja yang sudah kita lalui sepanjang tahun 2016 ini. Siapa tahu, setelah melihat ke belakang sebentar, kita menjadi lebih mantap untuk berjalan ke depan. Apa saja yang sudah kalian lakukan sepanjang tahun ini? Kalau saya, sih, rasa-rasanya tidak terlalu banyak. Dan tidak pula begitu berkesan. Hmm… sebentar deh, coba saya ingat-ingat dulu.


Ah… bodohnya saya, ternyata tidak sulit untuk mengingat kembali hal yang paling berkesan sepanjang tahun ini. Dua tulisan terdahulu saya di blog ini sudah memberi tahu kita hal itu: naik gunung. Bulan Mei ke Semeru dan bulan Agustus ke Kinabalu. Dua-duanya sangat berkesan. Kalo tahun depan bisa pergi ke sana lagi tentu akan menyenangkan. Eh, jangan dulu deh, sepertinya ke gunung yang belum pernah dinaikin dulu. Kerinci mungkin?

Oh iya, saya jadi ingat kalo awal tahun kemarin akhirnya kesampaian juga main ke Candi Borobudur. Thanks to Mr. Anton Tabah yang udah mengizinkan rumahnya diinapi oleh saya dan Adit selama di Magelang. Seru juga ‘tuh, main di Magelang. Boleh lah kapan-kapan main ke sana lagi.

Sepanjang tahun ini saya 3 kali pulang ke Palembang (4 kalau ditambah libur Natal besok). Ini rekor. Kalau tahun-tahun lalu paling banyak 2 kali. Semoga tahun depan bisa lebih sering pulang untuk melihat kedua orang tua saya yang sudah semakin tua itu.Tahun ini saya kehilangan lagi anggota keluarga setelah nantulang saya (istri abangnya mamak saya) meninggal. Tahun lalu saya kehilangan 2 orang namboru (saudari bapak saya) dan 1 orang amangboru (suaminya namboru). Peristiwa kehilangan keluarga seperti ini, apalagi yang sangat dekat dengan kita, membuat kita harus segera menerima kenyataan kalau kematian itu adalah sesuatu yang pasti. Dan itu bukan sesuatu yang buruk karena sejatinya kita semua akan kembali kepada Tuhan YME. Semoga bahagia selalu di sana ya, nantulang, namboru, dan amangboru!

Kalau dipikir-pikir lagi, tahun 2016 ini bisa dibilang tahun yang spesial. Mengapa spesial? Karena di tahun ini, tepatnya Agustus lalu, umur saya genap 25 tahun. Terus kalau sudah 25 tahun kenapa? Ya, nggak kenapa-kenapa juga sih. Satu hal yang pasti di umur segini setiap pulang ke rumah adalah pertanyaan itu*. Tapi tenang saja, menyoal itu jawaban template-nya sudah disiapkan kok. Hehehe.

Tahun ini juga menandai 3 tahun saya tinggal dan bekerja di Balikpapan. Kalau melihat tren di instansi tempat saya bekerja, apalagi beberapa tahun ke belakang ini, saya (dan teman-teman satu angkatan) seharusnya sudah pindah. Semoga kesampaian dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sudah mulai bosan juga melihat dinding-dinding kantor itu. Ya, memang tahun ini kantor baru saja didekorasi ulang: dindingnya dicat dengan warna berbeda, meja-meja dan kursi-kursi diganti, dan halaman parkir juga. Tapi kalian mengerti ‘kan, maksud yang ingin kusampaikan? Apalagi merasakan suasana kantornya sendiri makin lama makin tidak asyik. Terlalu kaku. Seperti robot. Eh, tapi bukankah saya juga bagian dari kantor itu? Apakah itu menjadikan saya orang yang juga kaku?

Satu tahun ini saya cuma dua kali menulis di blog ini. Menyedihkan. Mengapa, ya? Kemana perginya semangat menulis yang dulu itu? Apakah saya sudah jenuh menulis? Sepertinya tidak juga, saya masih sering menulis di media sosial seperti Path atau Twitter. Apakah saya tidak ada ide tulisan? Ah, bukan karena itu sepertinya. Sejujurnya ide untuk menulis itu ada, cuma waktunya yang kadang tidak pas: kadang saat menjelang tidur, ketika mata terpejam tapi belum pindah ke alam mimpi, ide menulis itu datang; atau saat melamun di atas motor; atau saat nongkrong-nongkrong asik di kamar mandi. Sering kali ide-ide itu menguap begitu saja dan tidak tereksekusi. Sepertinya mulai sekarang harus dipikirkan ide untuk segera mengabadikan ide itu. Jadi, mengapa saya sekarang jarang menulis? Apakah karena lebih memikirkan kualitas tulisan dibandingkan dengan kuantitas? Ah, tak tahu lah. Yang jelas semoga tahun depan bisa lebih rajin nulis di blog. Saya sendiri mulai memikirkan untuk bikin satu blog lagi bertemakan resensi buku dan review film. Semoga dengan bertambahnya beban blog yang mau diurus, bisa semakin meningkatkan semangat untuk menulis. Semoga.

Tulisan ini sepertinya meninggalkan banyak pertanyaan yang saya sendiri tidak bisa menjawabnya, apa lagi teman-teman yang membaca. Hmm…. Sepertinya lebih baik kita biarkan saja pertanyaan-pertanyaan itu menjadi pertanyaan tidak terjawab. Akan membuat lelah kalau terlalu dipikirkan. Apalagi ini di kanan bawah layar laptop saya sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari.

Selamat Natal dan Tahun Baru 2017. Semoga kita semua makin baik di tahun yang akan datang.

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: