Category Archives: Tulisan Nggak Penting

Silampukau – Dosa, Kota, & Kenangan: Sedikit Review

Silampukau adalah duo folk asal Surabaya yang terdiri dari Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening. Mereka sangat fenomenal menurut saya. Mas-mas ini berhasil membuat saya kagum karena cara mereka menceritakan kota Surabaya, tema yang mereka angkat untuk album ini melalui narasi, sangat bagus. Naratif, apa adanya, tidak lebih, namun tetap dramatis. Keren.

Lirik-liriknya (tidak disertakan di dalam album fisik, tetapi bisa diakses di situs Silampukau) disusun dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan saya kira, karena hasil akhirnya adalah sebuah album dengan lagu-lagu yang padat makna dan kaya kosakata. Saya sampai harus nanya mbah Google arti beberapa kata seperti: temaram, jambon, ceracau, lingsir, matrimoni, dan banyak lagi. Saya baru tahu belakangan ternyata mas Kharis adalah jebolah dari jurusan sastra. Ugh!

Dari segi musik saya juga suka. Banyak instrumen yang dipadu menjadi manis: gitar, piano, violin, cello, saxofon, trumpet, trombone, accordion, harmonika, dan banyak lainnya. Semua padu dan pas sehingga narasi yang diceritakan melalui lirik-lirik lagu di sana sampai ke telinga pendengar dengan baik.

  

Lagu favorit saya di album ini adalah “Puan Kelana” yang menceritakan keengganan seorang laki-laki melepas kepergian kekasihnya ke Perancis. Sangat melankolis dan tidak terkesan cengeng. Kemarin waktu pertama muterin lagu ini, saya nggak berhenti: dari malam sampai pagi, sampai malam, dan paginya lagi (lebay :D). Saya juga suka lagu “Si Pelanggan” yang menceritakan tentang Doly, lokalisasi di Surabaya yang sekarang sudah dibubarkan oleh pemerintah (atau belum?) Lagu “Doa 1” juga menarik: menceritakan keinginan satir mereka-mereka yang ingin menjadi anak band terkenal namun nggak kesampaian. Sedikit curcol, saya juga sempat mengalami itu. Haha. Lagu “Balada Harian” yang menceritakan pemikiran ketika baru bangun pagi dan “Lagu Rantau (Sambat Omah)” yang menceritakan kisah tidak klise tentang seorang perantau yang kangen rumah juga saya suka. Secara umum semua lagu di album ini bagus dan sangat gampang untuk disukai apalagi setelah membaca lirik-liriknya.

Sukses terus untuk Silampukau. Semoga tidak berubah murahan seperti Ahmad…. 😀

Advertisements

Oh How I Miss Arsenal

Sudah hampir 2 bulan berlalu semenjak terakhir kali menyaksikan Arsenal. Udah kangen juga ini pengen ngerasain lagi sensasi “deg-deg-ser” yang cuma bisa dirasakan pas nonton Arsenal. Sejatinya kekangenan ini bisa terobati beberapa hari lagi, asal bisa menang kuis di Twitter. 😀

Di waktu off-season seperti ini, topik paling hangat untuk diikuti adalah mengenai bursa transfer. Oh dan release jersey terbaru juga sebenernya. Sedikit mengomentari jersey kandang Arsenal teranyar: blaaargghhh. Warna putihnya terlalu banyak: putih di bagian lengan oke, tapi di pundak dan ketek? Sepertinya udah kebanyakan. Tapi ada satu komentar dari pemain yang agak bikin lega: Wellbeck bilang bajunya semakin nyaman karena nggak seketat musim lalu. Kalo dengan baju ketat yang kurang nyaman aja sudah bisa bikin trofi FA Cup tetap di Emirates, siapa tahu musim depan dengan jersey yang makin nyaman bisa dapet pialanya lebih banyak. Siapa tau? 😀

Well, balik lagi ke topik mengenai bursa transfer. Satu orang sudah dipastikan merapat ke Emirates Stadium: Petr Cech. Menurut pendapat pribadi ane, kepindahan Cech dari Chelsea ke Arsenal sepertinya kurang perlu. Di Arsenal masih ada David Ospina sebagai kiper nomor satu. Dialah yang bikin Messi sempat mau mati kemarin. Belum ditambah fakta bahwa sepanjang musim lalu penampilannya cukup oke dan konsisten. Ospina, yang direkrut dari Nice bahkan mencetak beberapa clean sheet yang membuat rasio kebobolan per menit miliknya cukup rendah.


Tapi nasi sudah menjadi bubur. Tidak mungkin Wenger membeli Cech untuk menjadi pelapis Ospina. Cech akan menjadi kiper pertama Arsenal dan kemungkinan besar Ospina akan tergusur. Dari sudut pandang yang lain, kedatangan Cech tentu membawa angin segar bagi Arsenal. Sudah lama semenjak Arsenal memiliki kiper gaek nan ciamik di bawah mistar. Pengalamannya menggondol beberapa major trophy bersama Chelsea tentu cukup untuk mendorong para pemain Arsenal melakukan beberapa penggondolan serupa.


Kedatangan Cech jelas membuat Mou merana, yang mana saya senang karenanya, dan membuat tim menjadi makin menjanjikan tahun ini. Satu faktor tersisa yang membuat skuad menjanjikan ini belum bisa berbicara banyak di EPL dan Eropa adalah masalah cedera. Entah di awal musim, pertengahan, atau pun penghujung musim, ada saja beberapa pemain kunci yang menepi karena masalah ini. Asal masalah yang nggak penting ini bisa diatasi, skuad menjanjikan Arsene ini tentu bisa berbicara lebih banyak di tiap kompetisi yang diikuti.

Satu hal lagi yang harus Arsenal lakukan untuk tampil menakutkan di musim depan adalah membeli penyerang kelas wahid. Giroud merupakan pemain cukup bagus untuk menjalankan role no. 9. Tapi itu saja. Tipikalnya yang merupakan eksekutor bola-bola matang dan holding-up player tidak terlalu cocok dipraktekkan di EPL. Arsenal butuh penyerang yang liar, yang powerful, yang dapat mencetak 30 gol di liga dalam satu musim. (Sialnya orang terakhir yang dapat melakukannya berkhianat ke klub Setan dan sekarang malah hampir pasti merapat ke Fenerbahce). Welbeck sejatinya cukup bagus untuk dipercayakan berdiri sendirian di posisi ini. Atau kalau mau menjelajah ke klub-klub lain, ada Lewandowski, Benzema, Kane, Bale, atau yang paling anyar digosipkan, Di Maria. Come on, surprise us again, Mr. Wenger!

Tahun Baru, Resolusi Baru

Selamat Tahun Baru 2015!

Biasanya orang akan ngepost resolusi baru di media-media sosial untuk menyambut tahun yang baru. Saya sih nggak pernah. Bukan apa-apa, takutnya kalau resolusinya nggak sukses dijalanin jadinya malu dua kali. Pertama malu sama diri sendiri, yang kedua malu sama yang baca. Hehe.

Nah saya mau sedikit melanggar kebiasaan saya itu kali ini. Untuk tahun ini saya mau ngepost resolusi tahun baru saya disini biar dibaca orang. Harapan saya, saya jadi semakin termotivasi untuk tidak gagal. Amin.

Nah beberapa ambisi pribadi yang ingin saya capai tahun ini antara lain:

1. Menamatkan baca Alkitab.
Sejak kecil sampai sekarang saya belom pernah baca alkitab secara urut dari Kejadian-Wahyu sampe tamat. Semoga tahun ini bisa.

2. Menamatkan baca satu buku tiap bulan.
Serajin-rajinnya saya baca buku (kecuali komik), saya paling menamatkan 5 buku dalam setahun. Yah semoga kalo ditargetin kayak gini bisa nambah.

3. Ngecilin perut.
Ini nih target yang kalo dipajang aja udah bikin malu, apalagi sampe gak berhasil. Huft. But I’ll take the risks.

Gitu deh. Besar harapan saya supaya bisa tercapai semua resolusinya. Seperti di awal tadi, semoga dengan ngeposting begini bisa jadi pelecut saya untuk tidak gagal. Amin.

Again, Selamat Tahun Baru 2015!

Di Suatu Malam Menjelang Tidur…

… saya menjadi tempat abang saya curhat.

Abang-sepupu saya ini sering cerita-cerita dengan saya tentang berbagai macam hal. Malam itu yang dia ceritakan adalah tentang atasannya yang njengkelin. Kebanyakan tentang keburukan atasannya seolah-olah cuma keburukan yang bisa dilakukan atasannya.

Yang paling bikin jengkel dari si atasan, kata abang saya, adalah kebanyakan apa yang dia perintahkan kepada bawahannya sebenarnya merupakan hal yang remeh-remeh dan bersifat pribadi. Bayangkan hal paling remeh dan gak penting, apa saja, kemungkinan besar itu sudah pernah keluar dari mulut atasannya. Ini sama dirasakan semua bawahan si bapak atasan abang saya ini. Tidak hanya pegawai baru tapi juga pegawai lama, asalkan masih berstatus bawahan. Ini bukan jenis perintah sebagai wujud hukuman. Bukan. Karena kalau bapak atasan mau menghukum, bentuknya berupa hukuman push-up, katanya. Entah motivasinya untuk ngerjain atau untuk menyiksa, tapi ini begitu alami. Entah apa maksud alami abang saya ini. Mungkin untuk menggambarkan bahwa itu adalah sifat beliau dari lahir. Katanya sambil bercanda, mungkin beliau adalah anak bungsu, yang sering ditindas oleh saudara-saudaranya yang lebih tua sehingga ketika dewasa sifat penindasnya muncul. Atau mungkin dia sering dibully di sekolahnya dulu sehingga sekarang berbalik ingin mem-bully orang. Haha. Saya tertawa saja mendengar celotehan abang saya.

Saya yang masih kecil dan belum mengerti tentang dunia kerja dibuat jadi takut oleh abang saya. Takut kalau nanti bekerja dapat atasan yang njengkelin kayak dia. Maka dari itu saya dulu pengennya jadi anak band saja, selain yang dikerjakan merupakan hobi, jadi anak band juga gak ada atasannya. Tapi apa daya, sekarang malah kecebur jadi PNS saja.

Yah, semogalah di tempat saya bekerja sekarang tidak ada atasan yang sepeti diceritakan abang saya itu. Oh, wait…..

Selamat Datang Bulan Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang bulan Ramadhan. Bulannya teman-teman beragama Muslim mencari pahala sebanyak-banyaknya. Sayang sekali hari pertama Ramadhan tahun ini jatuh pada hari Minggu. Padahal kalo jatuhnya di weekdays kan lumayan dapet libur 1 hari kayak waktu sekolah dulu. [Emang kalo weekdays orang kantoran dapet libur po, ndes?]

Saya memang nggak ikutan puasa, tapi selalu terkena dampak dari teman-teman yang menjalankan puasa. Salah satunya adalah susah cari makan siang. Banyak warteg alias tempat makan yang tutup saat Ramadhan. Tak terkecuali warteg-warteg di sekitaran rumah saya. Ini sering buat saya bingung, kalau mata pencaharian utama para pengusaha warteg tersebut adalah dari warteg, kenapa siang malah tutup, apakah mereka nggak mau mencari uang? Dan kalau pun bukanya sore hari menjelang buka puasa, tidakkah keuntungannya berkurang banyak dari pada buka satu hari penuh seperti biasa? Apapun alasannya ini tidak dibenarkan. Apakah mereka tidak memikirkan nasib anak rantau yang tidak puasa seperti saya? Apakah saya harus terus-terusan makan makanan macam bakso pinggir jalan yang rasanya seperti formalin barusan?

Ini tidak adil. Saya bersumpah jika saya punya uang kelak saya akan membangun warteg murah nan enak yang buka siang hari di kala bulan Ramadhan. Sementara menunggu uangnya ada, saya mesti menikmati dulu memasak nasi dan lauk setiap hari.

HarBukDun

Selamat malam! Di kota Balikpapan malam ini sedang turun hujan deras. Enak banget untuk tidur. Tapi dari tadi saya udah tungguin, ngantuk belom datang juga. Sembari nunggu ngantuk, ijinkan saya untuk curhat-curhat dikit melalui tulisan ini. 🙂

Hari ini denger-denger bertepatan dengan hari buku sedunia, jadi ijinkan saya sedikit cerita-cerita tentang buku.

Saya suka membaca buku. Apakah kamu juga? Saya ingat dulu waktu SD saya sering baca buku di perpustakaan sekolah. Ceritanya dulu anaknya rajin. Hehe. Buku yang saya baca antara lain buku-buku cerita rakyat, science, majalah bobo, koran bola, dan lain-lain. Buku yang agak berat baru saya baca pas SMP dimana waktu itu saya dapet tugas dari guru untuk meresensi novel. Saya lupa judul novel yang saya buatkan resensinya itu apa, kalo tidak salah agak-agak mengandung unsur misteri dan ada detektifnya. Dari novel itu juga pertama kali saya dapat kosakata baru yaitu: nyentrik. Saya malah baru tau arti nyentrik itu belakangan setelah saya selesai baca novelnya. Haha.

Saya juga inget pas SMP saya sering banget baca buku di perpustakaan sekolah. Lebih sering daripada waktu SD. Alasannya tentu untuk melihat bu guru penjaga perpustakaan yang baik dan can… eh, maksudnya untuk menambah pengetahuan. Hehehe.

Buku favorit saya tidak ada, tapi ada satu buka yang meninggalkan kesan paling lama setelah selesai membacanya: buku novel fiktif tentang filsafat berjudul Dunia Sophie, karangan Jostein Gaarder. Cara menulis pengarangnya cerdas. Ending bukunya nggak terduga. Top bangetlah buku ini. Sekarang saya lagi nyari salah satu buku karangan om Jostein juga, judulnya Misteri Soliter (Solitaire Mystery) yang masih belom dapet juga sampe sekarang.

Karena bukulah saya mulai membuat blog ini. Lebih spesifik lagi, karena buku Sujiwo Tejo-lah saya membuat blog ini. Saya lupa di buku yang mana, yang jelas di salah satu bukunya mbah Sujiwo Tejo menulis bahwa kita tidaklah benar-benar membaca sebelum kita menulis. Makanya saya mulai menulis agar apa yang saya baca bisa saya selami dalam-dalam. Karena dengan pengalaman menulis, kita akan lebih memahami makna tulisan orang lain. Ibarat kata apabila kita jago menyanyi, maka kita akan mendengar nyanyian orang lain dengan lebih seksama dan penuh perasaan. Mirip juri-juri di acara talent show televisilah.

Oh ya, saya jadi ingat kalo bulan ini adalah ultah blog ini yang pertama. Yeay! Mohon doa restunya ya teman-teman, semoga blog ini panjang umur dan nggak dianggurin pemiliknya.

Golput Yuk!

Apa? Kalian nggak mau golput? Yo wes, nggak apa-apa. Itu artinya kalian adalah warga negara yang baik yang masih mau menjalankan kewajiban kalian sebagai warga negara.

Kalo boleh tau, siapa sih yang akan kamu pilih pada saat Pileg tanggal 9 April 2014 nanti? Apa? Kamu nggak tau siapa yang akan dipilih nanti? Serius nih? Bagi yang ingin menjadi pemilih yang baik, harus tau siapa yang akan dipilih nanti. Dan itu bisa dilihat di website KPU. Ada nama-nama caleg yang dikelompokkan sesuai dapil-nya. Liatin aja itu nama-namanya, siapa tau ada yang namanya indah dan mukanya rupawan terus kamu suka. Kepo diperbolehkan kok disini. Di-google aja itu nama-nama caleg yang nggak terkenal itu biar kamu jadi kenal dengan mereka.

Untuk mereka yang punya kerabat/sanak saudara yang jadi caleg atau tetangga atau udah dibayar untuk milih salah satu caleg mah enak. Nggak perlu lagi cari-cari info mengenai calon pilihannya. Untuk yang nggak punya, ya susah-susah dikit ga apa-apa lah ya. Kan biar nggak salah pilih ini. Biasanya sih, orang-orang yang nggak kenal sama caleg-caleg yang nampang di kertas suara pada milihnya ngasal. Saya nggak menuduh kalian para pembaca saya loh ya. Tapi kebanyakan emang begitu. Kalo mau nyoblos dengan ngasal, misal dengan cara tutup mata dan asal tusuk, ya mending sekalian jadi golput aja kayak saya. Hehehe.

pemilu-6

Lagian apa sih enaknya nyoblos? Bayangkan, pada hari pencoblosan, yang mana adalah hari libur, kita diharuskan bangun dan berjalan (atau naik kendaraan) ke TPS. Kalo udah melek sih bisa bener jalannya. Coba kalo belum melek, yang ada malah nanti bukan ke Tempat Pemungutan Suara malah ke Tempat Pembuangan Sementara. Bahwa yang menyebabkan libur itu adalah pemilu, itu benar sekali. Tapi coba bayangkan kalo disaat libur itu kita bisa tidur dan berleha-leha di kasur! Behh… Jadi ngapain kita repot-repot menuju TPS yang Tempat Pemungutan Suara itu untuk mencoblos mereka yang nantinya nggak tau siapa kita? Bukan mau minta timbal balik sih. Tapi… ah udahlah pokoknya gitu deh.

Apa? Kalian tetap nggak mau golput? Ya udah. Monggo silakan. Pokoknya saran saya, nggak usahlah itu nge-upload poto jari kelingking yang warna ungu pertanda kalian abis nyoblos di berbagai sosial media. Mending dicuci bersih terus nyoblos lagi di TPS lain (eh..!) Saya sebenarnya bisa aja nggak golput. Tapi sekarang saya lagi tugas bekerja di luar kota. Sebenarnya bisa juga saya mengurus perpindahan dapil. Tapi berdasarkan peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013, itu ribet. Dan sepertinya terlalu ribet untuk satu suara yang prosentasenya cuma 0,00000000000000000001% dari total perolehan suara. Biarlah fasilitas yang baru itu dimanfaatkan oleh mereka yang biasa menjadi pelaku curang untuk berlaku curang lagi di pemilu kali ini.

Terakhir, biar situasi politik kita agak sedikit nggak jelas, biar pemimpin-pemimpinnya kebanyakan (kalo nggak boleh disebut semuanya) korupsi, saya doakan semoga semoga semoga semoga siapapun pilihan kalian nggak korupsi dan bisa membawa negara ini menuju ke arah yang lebih baik. Jangan terpengaruh dengan blog atau tulisan orang yang mengajak golput ya. Ikuti saja kata hatimu sendiri (atau orang tuamu atau kerabatmu atau tetanggamu). Merdeka!

(Update terbaru: Saya baru nemu blog yang nyantumin profil-profil para caleg: litsuscaleg2014.wordpress.com. Monggo…)